Dari Surabaya, Dua Warga Mesir Kecam Aksi Israel

KECAM ISRAEL: Dua warga Mesir di Surabaya bersama para guru dan pelajar SD Muhammadiyah 4 Surabaya mengutuk keras tindakan tentara Israel di Masjid Al Aqsa, Selasa (25/7). | Foto: Barometerjatim.com/BAYAN AR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Dua warga Mesir di Surabaya, Mennatallah Hosam dan Firda menggelar aksi keprihatinan bersama para guru dan pelajar SD Muhammadiyah 4 Surabaya, Selasa (25/7). Mereka mengutuk keras tindakan tentara Israel di Masjid Al Aqsa.

Aksi ini bentuk keprihatinan atas konflik Israel-Palestina yang berujung pada tindak kekerasan dan pembatasan ibadah di Masjid Al Aqsa, Jerussalem.

Mennatallah dan Firda yang diundang SD Muhammadiyah 4 untuk mengajar bahasa Arab dan Inggris itu berharap PBB segera bertindak. Ikut menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

• Baca: Tak Punya NIK, 1.400 Penghuni Liponsos Ditolak BPJS

“Bukan hanya saya pribadi. Seluruh warga di dunia, khususnya umat Islam pasti akan marah melihat hal itu,” tegas Hosam lewat orasinya dalam bahasa Inggris.

Sementara Firda yang menggunakan bahasa Arab juga ikut mengutuk aksi tentara Israel tersebut. Dia berharap, negara-negara Islam di dunia juga ikut membantu menyelesaikan konflik tersebut.

Sebab, jika dibiarkan berlarurut-larut, kata Firda, dikhawatirkan timbul konflik lebih besar yang melibatkan banyak negara. Apalagi, konflik yang terjadi saat ini, merembet di salah satu dari tiga masjid suci di dunia (Masjidil Haram, Nabawi dan Al Aqsa).

“Saya orang Mesir. Hampir setiap hari saya mendengar penderitaan-penderitaan dari Israel. Dan sekarang sudah di masjid. Ini sangat disayangkan,” tegasnya.

• Baca: Muslimat NU Surabaya Bantah Upaya Duetkan Khofifah-FU

Sementara Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 4 Surabaya, Edi Susanto yang turut berorasi mengatakan, aksi ini merupakan bentuk keprihatinan dan kepedulian warga muslim di Surabaya atas apa yang terjadi di Palestina.

Dengan aksi ini, diharapkan bisa didengarkan oleh pemerintah Indonesia, sebagai negara mayoritas Muslim terbesar di dunia. “Pemerintah Indonesia harus cepat-cepat mengambil peran atas penindasan yang terjadi di Palestina,” kata Edi.

Dalam UUD 1945, lanjutnya, sudah dijelaskan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. “Maka dari itu, kita butuh sikap dari Pemerintah Indonesia untuk Palestina,” tegasnya.