Cari Solusi TPA, Mahasiswa Rancang ‘Testa’

TESTA: Anggota Tim Testa berpose di stan ‘Software Expo 2017’ yang digelar PENS. | Foto: Barometerjatim.com/AZIZ TRI P

Kreatif dan inovatif merupakan kata kunci menuju sukses di bidang informatika dan teknologi komputer. Seperti terlihat di ‘Software Expo 2017’ PENS.

ANDA resah karena putra-putri Anda kerap kesulitan mengerjakan Tes Potensi Akademik (TPA)? Sulit mencari bahan-bahan soal TPA untuk materi latihan? Jangan khawatir, software inovatif bertajuk ‘Testa’ temuan mahasiswa D3 Jurusan Informatika PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) bisa menjadi solusinya.

“Awalnya kami merancang software Testa ini karena banyak keluhan sulit mengerjakan soal-soal TPA. Untuk latihan mengerjakan pun kurang, karena materinya sulit dicari. Nah, kami mencoba merancang software-nya biar lebih simpel,” kata Akhmad Mehisa N, Ketua Tim ‘Testa’ saat ditemui di ‘Software Expo 2017’ yang digelar Hima Teknik Informatika dan Hima Teknik Komputer PENS, Kamis (19/1) di Hall Gedung D4 Kampus PENS.

Menurut Akhmad, Testa merupakan aplikasi TPA yang berbasis mobile untuk mengukur kemungkinan keberhasilan seseorang mengerjakan TPA. “Software ini lengkap berisi materi tes verbal, numerical dan logika. Basis data kami baru 270 soal yang kami random. Kalau dikembangkan, bisa mencapai 1.000 bahkan 10 ribu soal,” katanya.

Bagaimana teknisnya? Akhmad mencontohkan, seperti game-game di HP Android, orang yang berlatih tinggal membuka layar, kemudian memilih dari jawaban dari pertanyaan model multiple choice yang disajikan.

“Kelebihannya, kami mencatat hasil tes dan diberi scoring sekaligus diranking dari pengerjaan sebelumnya. Jadi orang bisa tahu kemampuannya dari waktu ke waktu,” lanjut Akhmad yang memimpin tim beranggotakan empat mahasiswa lainnya.

• Baca: Dikti Ubah Paradigma Dunia Penelitian

Selain ‘Testa’, karya inovatif lainnya yang tak kalah menarik adalah ‘Teque’ singkatan dari ‘Take Yout Queue’. Apa itu? Menurut salah seorang anggota tim, Dicky Nurlaily, Teque merupakan software yang memudahkan user memesan makanan dan minuman di sebuah restoran tanpa harus antri.

“Misalnya, user berminat memesan tempat makan di Resto A yang sudah connect. Maka ia cukup klik akun, kemudian pesan tempat, pesan menu sampai estimasi waktu menuju ke resto tersebut. Setelah diproses, begitu tiba, tempat duduk sudah siap, menu sudah siap, berapa yang harus dibayar ia juga sudah  tahu. Jadi praktis. Tanpa harus antri,” katanya.

Efektivitas software Tequ yang berbasis Android tersebut, kata Anis Nurul Hanifah, sudah diujicobakan di kantin sekitar kampus PENS. “Hasilnya bagus. Teman-teman bisa langsung memesan tempat, menu dan ketika sampai di kantin, pesanan mereka sudah tersaji. Yanpa repot antri,” katanya.

Testa dan Teque merupakan dua software dari total sekitar 30 karya yang dipamerkan di ‘Software Expo 2017’. Semuanya karya mahasiswa Jurusan Teknik Informatika dan Teknik Komputer PENS Surabaya.

Pencari Jejak

INOVATIF: Tak kurang dari 30 karya inovatif mahasiswa Teknik Informatika dan Teknik Komputer PENS Surabaya dipamerkan. | Foto: Barometerjatim.com/AZIZ TRI P

Kreativitas dan inovasi yang diusung pun beragam tema. Selain Testa dan Teque, ada ‘Strage’ yang didesain untuk membantu para pelancong melakukan kegiatan perjalanan. ‘Smart device’ ini juga bisa dipakai para pecinta alam agar tak tersesat di gunung.

“Bentuknya seperti Pin. Semua anggota rombongan mengenakan ini. Bisa disetting radius berapa meter akan memberikan sinyal dan suara peringatan. Jadi kalau ada salah seorang anggota tersesat melebihi radius berapa meter, misalnya 30 meter, alat ini otomatis akan berbunyi. Sehingga memudahkan pencarian.” Kata Durrotun Nurihan, salah seorang anggota Tim Strage.

Juga ada ‘Eco Cooler’, perangkat sirkulasi udara untuk mendinginkan ruangan, ‘Silau’ yang berupa sistem informasilaundry, ‘Ragam’ alat penggaruk garam untuk membantu proses panen garam, ‘Srikandi’ sarung tangan pintar untuk mendeteksi keselamatan pendaki.

“Semua temuan yang dipamerkan ini sangat menarik. Temanya beragam, inovasinya luar biasa. Apalagi ini tugas kuliah. Kreativitas mereka patut mendapat apresiasi,” kata Adri, salah seorang pengunjung pameran.