Ulama ‘Bermazhab’ Kritik Keras tapi Tak Pedas

SELAMAT JALAN PAK HASYIM: Muhibbin Zuhri, kagumi sosok KH Hasyim Muzadi yang sederhana, egaliter, pengayom dan sangat cerdas. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sederhana, egaliter, pengayom dan sangat cerdas. Kesan itu terpatri kuat di benak Ketua Tanfidziyah PCNU Surabaya, Dr H Achmad Muhibbin Zuhri M.Ag saat ditanya tentang sosok almarhum KH Hasyim Muzadi.

“Pak Hasyim, demikian kami, anak-anak Ansor kader beliau, memanggilnya. Kesederhanannya sangat tampak. Beliau sangat bersahaja dalam penampilan dan gaya hidup,” katanya, Kamis (16/3) malam.

“Tidak sok menggambarkan kebesaran beliau sebagai tokoh kaliber nasional atau bahkan internasional. Coba saja lihat, meski berada di puncak karirnya sebagai ketua umum PBNU, sepatunya tetap (merek) Bata,” katanya.

“Beliau menyampaikan kritik keras dengan cara yang soft, tidak menyakitkan, malah membuat yang dikritik bisa tersenyum.”

Kiai Hasyim, lanjut Muhibbin, juga sangat dekat dan peduli terhadap kader-kadernya. Sangat egaliter, tidak menciptakan jarak antara senior dan yunior.

“Beliau care terhadap kadernya, bahkan dalam soal pribadi sekalipun beliau tak jarang membantu menyelesaikannya. Menjadi ispirasi sebagai sosok bapak sekaligus sahabat yang baik. The great leader, inspiring,” katanya

Di sifatnya yang mengayomi, tutur Muhibbin, Kiai Hasyim adalah orator ulung. Pidato-pidato dan prasarannya sangat bermutu, tetapi disampaikan dalam bahasa yang dapat diterima semua kalangan. Joke-jokenya segar tapi bermakna.

• Baca: Kisah Wasiat Tempat Pemakaman yang Berubah

“Beliau menyampaikan kritik keras dengan cara yang soft, tidak menyakitkan, malah membuat yang dikritik bisa tersenyum. Sebuah cermin kecerdasan dan wisdom yang menyatu dalam pribadi beliau sebagai pemimpin,” tambahnya.

Berbagai kelebihan itulah yang membuat Kiai Hasyim menjadi sosok ulama NU yang dapat diterima semua kelompok, bahkan yang berbeda-berbeda orientasi ideologi: Dari kanan sampai kiri, kalangan elit sampai grass-root, akademisi, politisi, birokrat, pengusaha dan profesional.

“Beliau melakukan moderasi dengan caranya yang unik dan gaya yang khas. Beliau adalah contoh pemimpin yang moderat, tapi teguh pada prinsip dan perjuangan ideologi NU.

Selamat jalan Pak Hasyim. Semoga Allah Swt memberikan tempat yang mulia di sisi-Nya,” tuntasnya.