Tekad La Nyalla Hapus Stigma Negatif Pemuda Pancasila

PEMBUKAAN MUSWIL VII PP JATIM: Gubernur Soekarwo didampingi La Nyalla Mattalitti dan sejumlah tokoh dan pejabat membuka Muswil VII Pemuda Pancasila Jawa Timur di Surabaya, Selasa (21/3). Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Jawa Timur, La Nyalla Mattalitti tak menutup mata terkait stigma negatif dari organisasi yang dipimpinnya. Karena itu, tugasnya saat ini adalah mengembalikan marwah Pemuda Pancasila di Jatim.

“Pemuda Pancasila selama ini distigma sebagai kelompok preman dan koruptor. Ini yang akan saya ubah,” katanya saat pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) VII Pemuda Pancasila Jawa Timur di  Surabaya, Selasa (21/3).

Terkait mengembalikan marwah Pemuda Pancasila di Jatim, menurut La Nyalla, tugas itu diterimanya pasca dirinya divonis bebas dari kasus dugaan korupsi akhir Desember 2016.

“Saya dapat tugas khusus dari Ketua Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila, Japto Soelistyo (Soerjosoemarno) yang saya terima dari sambungan telepon usai vonis,” ungkapnya.

“Pemuda Pancasila selama ini distigma sebagai kelompok preman dan koruptor. Ini yang akan saya ubah.”

La Nyalla mengartikan tugas tersebut sebagai perintah untuk menjaga organisasi sosial kemasyarakatan tersebut dalam menjalankan fungsinya sebagai penjaga Pancasila dan NKRI.

Mantan ketua umum PSSI itu mengaku, tujuh bulan dipenjara di tahanan Kejaksaan Agung membuatnya banyak mendapatkan pelajaran dari Japto yang beberapa kali menjenguknya. “Selama saya di ‘pesantren’, Pak Japto sering menjenguk,” katanya.

Muswil VII Pemuda Pancasila dibuka Gubernur Jatim, Soekarwo. Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh dan pejabat di antaranya Wakil DPR RI, Fahri Hamzah; Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Moreno Soeprapto; artis Camelia Malik; dan Ketua DPRD Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar.

• Baca: Bersama Bonek, Menpora Nikmati Jalan Kaki 3 Kilometer

Dalam sambutannya, Gubernur Soekarwo menyatakan mendukung La Nyalla untuk kembali memimpin Pemuda Pancasila Jatim. “Sebagai teman saya dukung Bung Nyalla pegang lagi. Itu Bung Japto sudah mantuk-mantuk tiga kali berarti sudah sepakat,” ujarnya diikuti tawa dan aplaus peserta Muswil.

Soekarwo juga mengingatkan agar dalam menyikapi segala hal yang terjadi sebaiknya mengedepankan solusi lewat dialog musyawarah mufakat. “Jangan membiasakan budaya tanding, ini tidak baik,” pungkasnya.