Tak Populer, Nurwiyatno ‘Nekat’ Maju dengan 3 Modal

TUNJUKKAN KESERIUSAN MAJU CAGUB: Inspektor Provinsi Jatim, Nurwiyatno saat mendaftar bakal calon gubernur lewat penjaringan Cagub/Cawagub yang digelar Partai Demokrat Jatim. | Foto: Ist

SURABAYA, Barometerjatim.com – Nama Kepala Inspektorat Provinsi Jatim, Nurwiyatno mungkin cukup dikenal di kalangan birokrat Pemprov. Tapi di benak masyarakat Jatim, ternyata sama sekali tak populer.

Hal itu jika merujuk hasil survei Surabaya Survey Center (SSC) periode Juni 2017 yang dirilis di salah satu hotel di Jl Jemursari, Surabaya, Rabu (12/7) lalu.

• Baca: Khofifah Terpopuler, Anang Masuk Empat Besar

Dalam temuan SSC, nama Nurwiyatno atau yang mulai akrab disapa Cak Nur, tidak masuk semua kategori yang ada. Mulai kandidat yang dipilih secara terbuka (top of mind), popularitas, akseptabilitas maupun elektabilitas.

Bahkan popularitasnya masih kalah dengan Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Jatim, Wahid Wahyudi. Dari 24 kandidat, mantan Plt Bupati Lamongan ini masih ada di urutan buncit dengan persentase 7,30.

Tak hanya di deretan bakal Cagub, nama Nurwiyatno juga tak tampak di barisan elektabilitas 19 nama bakal Cawagub yang disurvei SSC. Di kategori ini, lagi-lagi birokrat kolega Nurwiyatno, Wahid Wahyudi justru muncul meski tercecer di nomor paling belakang dengan persentase 0,90.

• Baca: Kalau Khofifah Maju, Cawagub Ditentukan Tim Gus Sholah

Lantas apa modal Cak Nur untuk bertarung di Pilgub Jatim 2018? Sekretaris PA GMNI Jatim, Onny Setiawan menuturkan Nurwiyatno memiliki tiga modal kuat untuk maju sebagai Cagub dengan harapan bisa menggantikan Soekarwo yang telah dua periode menjabat.

“Pertama, Cak Nur adalah birokrat senior di Pemprov Jatim. Sehingga sangat paham dengan berbagai persolan pemerintahan daerah,” kata Onny saat mengantar Nurwiyatno mengambil formulir pendaftaran di kantor DPD Demokrat Jatim, Jalan Kertajaya Indah, Surabaya, Minggu (19/7).

TAK POPULER: Hasil survei Surabaya Survey Center (SSC) periode Juni 2017, nama Nurwiyatno tak ada di kategori popularitas dari 24 kandidat yang muncul. | Grafis: Survei SSC

Kedua, lanjut Onny, Nurwiyatno dinilai memiliki kemampuan berkomunikasi politik dengan Parpol di Jatim. “Ini bisa dibuktikan, para anggota DPRD Jatim yang merupakan representasi Parpol di legislatif mengenal baik sosok Cak Nur,” katanya.

Ketiga, Nurwiyatno merupakan mantan aktivis GMNI Universitas Jember dan sekarang menjadi ketua PA GMNI Jatim. “Cak Nur juga memiliki jaringan politik yang cukup luas di Jawa Timur,” tandas Onny.

• Baca: Ikut Penjaringan Demokrat, Cak Nur Serasa Daftar ke KPUD

Sementara Nurwiyatno menyatakan kesiapannya ‘bertarung’ di Pilgub Jatim 2018 dan akan melakukan silaturahim ke para Parpol serta tokoh-tokoh simpul seperti Ridwan Hisjam (Golkar) dan Ali Maschan Moesa (mantan ketua PWNU Jatim).

Kedua tokoh ini dinilai Nurwiyatno pernah merasakan ‘panasnya’ persaingan di Pilgub Jatim 2008. Saat itu Ridwan menjadi Cawagub berpasangan dengan (alm) Sutjipto dari PDIP, sementara Ali Maschan bersanding dengan Cagub Soenarjo (Golkar).