DPRD Surabaya Murkai Bagian Perekonomian: Kinerja BUMD Dibilang 100 Bagus, Kenyataannya
![DPRD Surabaya Murkai Bagian Perekonomian: Kinerja BUMD Dibilang 100 Bagus, Kenyataannya](https://www.barometerjatim.com/wp-content/uploads/2022/06/DPRD-Surabaya-LKPJ-Barometerjatim.com_.jpg)
KINERJA BUMD DISOAL: Rapat LKPJ 2021 Bagian Perekonomian Pemkot Surabaya dengan DPRD. | Foto: Barometerjatim.com/IST
SURABAYA, Barometerjatim.com Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Luthfiyah murka saat rapat Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) tahun anggaran 2021 dengan Bagian Perekonomian Pemkot Surabaya, Selasa (28/6/2022). Lho, kenapa?
Penyebabnya, legislator asal Partai Gerindra itu menerima laporan soal kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik Pemkot yang hasilnya bagus semua, tapi kenyataannya tidaklah demikian.
"Berdasarkan laporan capaian kinerjanya bagus mayoritas 100 persen, bahkan ada yang lebih dari 100 persen. Di antaranya tentang kebijakan evaluasi pengelolaan BUMD dan BULD ini juga 100 persen. Kalau sudah 100 persen berarti hasilnya kan sudah bagus sesuai harapan, tapi kenyataannya kondisi BUMD ya seperti ini saja," geramnya.
- Baca: Elektabilitas Bayangi Khofifah-Risma di Bursa Cagub Jatim 2024, Eri Cahyadi: Saya Tidak Mikir!
"Sekadar melakukan monitoring, sekadar mengevaluasi. Namun hasilnya, kondisi BUMD tidak sesuai harapan masyarakat," tegasnya.
Bagian Perekonomian sebagai pembina BUMD Pemkot Surabaya, lanjut Luthfiyah, harus benar-benar melakukan evaluasi.
"Setiap rapat dengan Komisi B kita selalu mendorong, sudah memotivasi, sampai mulut muruh (mulut berbusa). Tapi sampai sekarang kondisi BUMD tidak berubah, tidak sesuai harapan warga Surabaya," katanya.Luthfiyah menambahkan, Bagian Perekonomian harus mengubah strategi yang tepat sasaran dalam pengawasan untuk menata BUMD menjadi lebih baik.
"BUMD harus sehat, sehingga memperoleh laba dan bisa ada dividen. Sehingga sesuai harapan masyarakat," pungkasnya.
» Baca berita terkait BUMD. Baca juga tulisan terukur lainnya Moch Andriansyah.