Machfud Pilih Mujiaman, KMS ke PDIP: Usung Whisnu-Gus Hans!

PILWALI SURABAYA: Machfud Arifin-Mujiaman (kiri) lawan ideal Whisnu-Gus Hans di Pilwali Surabaya 2020? | Foto: IST
PILWALI SURABAYA: Machfud Arifin-Mujiaman (kiri) lawan ideal Whisnu-Gus Hans di Pilwali Surabaya 2020? | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Terjawab sudah siapa pendamping bakal calon wali kota Surabaya, Machfud Arifin. Sosok yang dipilih bukan salah satu kader dari delapan Parpol pengusung, melainkan Dirut PDAM Surabaya, Mujiaman Sukirno hasil usulan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Ampuhkah duet ini mengalahkan jagoan PDI Perjuangan di Pilwali Surabaya 2020? Publik Kota Pahlawan masih menunggu siapa yang bakal dihadapi keduanya, lantaran hingga kini “Partai Banteng” belum juga menurunkan rekomendasinya.

Terlebih di hari-hari jelang rekomendasi diterbitkan, PDIP malah memberi keistimewaan bagi figur muda dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) dan pesantren, Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans agar mendaftar sebagai bakal calon wakil wali kota lewat penjaringan DPP PDIP.

Melihat pergerakan politik di Surabaya yang tajam, Ketua Koalisi Membangun Surabaya (KMS), Samsurin berasumsi rekomendasi PDIP akan diterbitkan antara duet Whisnu Sakti Buana-Gus Hans atau Eri Cahyadi-Armuji.

Bagaimana kalau PDIP lebih memilih Whisnu-Eri? “Itu pelemahan namanya. Militansi PDIP butuh bekerja keras jika sampai duet Whisnu-Eri terjadi,” kata politikus yang juga Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Surabaya tersebut, Senin (24/8/2020).

Komposisi ideal, menurut Samsurin, tetaplah Whisnu-Gus Hans atau Eri-Armuji. “Saya kira Bu Megawati (Ketum PDIP) bisa memilih antara dua komposisi itu, masing-masing punya elektabilitas dan sudah teruji,” katanya.

Terlebih calon lawan PDIP makin gamblang, karena Machfud sudah menjatuhkan pilihan calon wakilnya pada Mujiaman yang notabene dari kalangan profesional. “Artinya MA (Machfud Arifin) tidak butuh tambahan suara. MA yakin dengan sistem yang didesainnya sendiri,” ucap Samsurin.

Bahkan dalam beberapa kali kegiatan sambang kampung Surabaya, lanjut Samsurin, Machfud terlihat tidak disertai aura delapan Parpol yang selama ini ada di belakangnya.

“Kalau sudah begini, kekuatan MA jadi single fighter melawan pasangan calon dari PDIP. Apalagi PDIP itu mudah kembali ke formasi, istilahnya apa kata Bu Mega,” ucapnya.

Abang-Ijo Pasangan Ideal

Samsurin juga melihat Machfud-Mujiaman bukanlah pasangan ideal. Lain cerita kalau mantan Kapolda Jatim tersebut menggandeng kader dari Partai Demokrat.

“Itu akan mengerakkan mesin partai lebih maksimal, karena Demokrat punya tokoh yang kuat seperti SBY dan AHY. Demokrat tentunya juga akan menjadi tali untuk memperkuat kekuatan koalisi delapan Parpol,” katanya.

Karena itu, jika PDIP tetap dengan karakternya yang mempertahankan komposisi “Abang-Ijo” (nasionalis-religius), maka akan sangat mudah mengalahkan Machfud-Mujiaman.

“PDIP dengan backgrond nasionalis kesuroboyoan dan reliegius adalah kultur dari orang Surabaya,” kata Samsurin.

“Maka Whisnu-Gus Hans adalah pasangan yang tepat jika diposisikan sebagai rival MA-Mujiaman, dan PDIP tetap tak tertandingi,” tandasnya.

PBB sendiri, saat ini tergabung dalam enam Parpol non parlemen. Kelima Parpol lainnya yakni Partai Hanura, Partai Perindo, Partai Berkarya, Partai Garuda, serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya