Miris! 36 Hari Lagi Lengser dari Takhta Gubernur Jatim, Khofifah Tinggalkan 1,17 Juta Pengangguran

| -
Miris! 36 Hari Lagi Lengser dari Takhta Gubernur Jatim, Khofifah Tinggalkan 1,17 Juta Pengangguran
PENGANGGURAN TINGGI: 5 tahun Jatim dipimpin Khofifah pengangguran masih 1,17 juta. | Data Grafis: BPS

SURABAYA | Barometer Jatim – Ratusan penghargaan diraih Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa -- saat kunjungan di Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo Malang, 9 Desember 2023, pamer sudah mengoleksi 717 penghargaan.

Tapi urusan mendasar di antaranya pengangguran, gubernur yang juga Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) sejak 2000 atau sudah 23 tahun itu, tampaknya kewalahan mengatasinya. Bahkan jumlah orang Jatim nganggur di era Khofifah lebih banyak dibanding saat Jatim dipimpin Soekarwo alias Pakde Karwo.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, hingga Agustus 2023 jumlah pengangguran di Jatim masih sebanyak 1,17 juta atau secara persentase Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebanyak 4,88%. Jumlah ini turun 0,09 juta (0,61%) dibanding Februari 2022 sebanyak 1,26 juta (5,49%).

| Baca juga:

“Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki TPT tertinggi di Jatim, yaitu 8,70% disusul lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang memiliki TPT 7,93%,” tulis BPS Jatim di laman resminya.

Namun jumlah 1,17 juta pada Agustus 2023, naik 0,16 juta (0,55%) dari Februari 2023 sebanyak 1,01 juta (4,33%). Bahkan jika ditarik sejak Khofifah menakhodai Jatim pada 13 Februari 2019, jumlah pengangguran naik tajam dibanding pendahulunya, Pakde Karwo.

| Baca juga:

Pakde Karwo 'mewariskan' pengangguran sebanyak 826 ribu (3,83%) pada Februari 2019, lalu naik sedikit menjadi 0,84 juta pada Agustus 2019 dan kini justru melesat menjadi 1,17 juta orang.

Perlu diketahui, sedianya Khofifah bersama wakilnya, Emil Elestianto Dardak mengakhiri masa jabatan pada 31 Desember 2023. Tapi karena Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan uji materi Pasal 201 ayat (5) Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota (UU Pilkada) sehingga masa jabatan Khofifah-Emil tetap utuh lima tahun atau hingga 13 Februari 2024.

Sidoarjo Tertinggi, Sumenep Terendah

KOTA DAN DESA: TPT di Jawa Timur berdasarkan perkotaan dan perdesaan. | Data Grafis: BPS

Bagaimana dengan TPT berdasarkan kabupaten/kota? Kabupaten Sidoarjo yang dipimpin Bupati Muhdlor Ali masih menempati posisi teratas dari 38 kabupaten/kota di Jatim dengan TPT terbanyak 8,05% atau turun dari 2022 sebanyak 8,80%.

Menyusul di bawahnya dalam 10 besar TPT terbanyak yakni Kabupaten Gresik (6,82%), Kota Malang (6,80%), Kota Surabaya (6,76%), dan Kabupaten Bangkalan (6,18%), Kota Madiun (5,85%), Kabupaten Kediri (5,79%), Kabupaten Malang (5,70%), Kabupaten Tulungagung (5,65%), dan Kota Pasuruan (5,64%).

Sedangkan TPT terendah se-Jatim yakni Kabupaten Sumenep yang dipimpin Bupati Achmad Fauzi sebesar 1,71%. Angka ini turun dari 2022 (1,36%) dan 2021 (2,31%).{*}

10 BESAR TPT TERBANYAK DI JATIM

1. Kabupaten Sidoarjo: 8,05
2. Kabupaten Gresik: 6,82
3. Kota Malang: 6,80
4. Kota Surabaya: 6,76
5. Kabupaten Bangkalan: 6,18
6. Kota Madiun: 5,85
7. Kabupaten Kediri: 5,79
8. Kabupaten Malang: 5,70
9. Kabupaten Tulungagung: 5,65
10. Kota Pasuruan: 5,64

| Baca berita Pengangguran. Baca tulisan terukur Rofiq Kurdi| Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.