Liga 3, Jalan Jatim Kembali Jadi Barometer Sepakbola Nasional

LAUNCHING: Peluncuran Liga 3 di Hotel Green Garden Surabaya. Kompetisi ini diharapkan bisa mengembalikan Jatim sebagai barometer sepakbola nasional. | Barometerjatim.com/DHANI KUSUMA

SURABAYA, Barometerjatim.com – Prestasi sepakbola di provinsi paling ujung timur pulau Jawa ini sempat tenggelam beberapa waktu. Kini, kesempatan itu terbuka dengan mulai digebernya Kompetisi Liga 3 PSSI Jatim mulai 3 Mei 2017.

Berbeda dengan putaran regional wilayah lain yang memangkas biaya dengan menggunakan home tournament, Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jatim tetap menjaga ruh rivalitas dengan sistem tandang-kandang.

“Kami ingin output yang dihasilkan Liga 3 tetap kompetitif. Dibagi 6 grup dengan total 41 tim, semuanya memakai sistem tandang kandang,” terang Wakil Ketua PSSI Pusat bidang pembinaan merangkap anggota Executive Committee (Exco) Hidayat MSI dalam peluncuran Liga 3 di Hotel Green Garden Surabaya, Minggu (30/4) malam.

“Hasil ini sudah kita rasakan ketika Liga Nusantara digelar, 3 kuota maju ke divisi utama semuanya diraih tim-tim asal Jatim. Ini yang saya harapkan kembali diulang di kepengurusan Asprov PSSI Jatim periode kali ini.”

• Baca: Misteri Nilai Kontrak Kapal Api di Liga 3 Jatim

Sesuai regulasi, kasta terendah dalam kompetisi sepakbola nasional ini memang menjadi kawah penggodokan tim-tim yang bermimpi ikut bertarung di level profesional, yakni Super Liga dan Divisi Utama yang kini berubah jadi Liga 1 dan Liga 2.

Konsistensi dan manajemen tim akan jadi kunci sukses, kendati dalam aturan komposisi pemain ada perbedaan yang sangat mencolok, yakni status amatir tim-tim kontestan Liga 3.

Standar dan asa tinggi yang diterapkan memang sesuai keinginan Ketua Umum Asprov PSSI Jatim, Ahmad Riyadh. Termasuk dalam penyelenggaraan Liga 3 pun, sisi industrialisasi — di samping pembinaan — tetap jadi perhatian.

“Kami bersyukur bisa mendapatkan sponsor. Ini awal yang bagus untuk menjadikan industri sepakbola di Jatim,” sebutnya.

Sponsor Tunggal
PT Santos Jaya Abadi (SJA) jadi sponsor tunggal kompetisi. Kucuran dana produsen kopi Kapal Api tersebut, menjadi salah satu dasar PSSI Jatim tidak memungut biaya dari seluruh kontestan Liga 3.

Regional Promotion Coordinator PT SJA, Boby Erwanto mengatakan, partisipasi pihaknya diikuti harapan sepakbola Jatim semakin maju dan memunculkan pemain-pemain berkualitas dari kompetisi Liga 3.

• Baca: Persida, Lebih Menantang Tanpa Pemain Bintang

“Sebagai perusahaan yang memulai basis industri di Jatim, kami juga berkeinginan kuat untuk ikut berpartisipasi aktif dalam kemajuan sepakbola Jatim,” katanya.

“Pembinaan harus dimulai dari sekarang jika menginginkan pemain berkualitas. Kami akan bersama PSSI mencetak pemain dan tim menjadi profesional serta berkualitas.”

Sementara itu, selain menggulirkan Liga 3, Asprov PSSI Jatim juga menggelar turnamen Piala Suratin yang diikuti 44 tim dan U-15.

PEMBAGIAN GRUP LIGA 3

GRUP A
• Persikoba Batu
• Persiga Trenggalek
• Banyuwangi Putra
• Assyabab Bangil
• Persenga Nganjuk
• Bumi Wali FC
• Mojosari Putra FC

GRUP B
• Cahaya Muda FC
• Persedikab Kediri
• Triple S Kediri
• Deltras Sidoarjo
• Persema 1953
• ASIFA
• Persikapro Probolinggo

GRUP C
• Persid Jember
• Persibo Bojonegoro
• Blitar United
• Persegres Putra
• Bojonegoro FC
• Pamekasan FC
• PSSS Situbondo

GRUP D
• PSIL Lumajang
• PS Sinar Harapan
• Putra Jombang
• Lamongan FC
• Probolinggo United
• Persema Malang
• Persewangi Banyuwangi

GRUP E
• Mitra Bola Utama
• Singhasari FC
• Blitar Putra
• Arema Indonesia
• Persebo Bondowoso Putra
• Perseta Tulungagung
• Ngawi FC

GRUP F
• PS Kota Pahlawan Surabaya
• DPFF Malang United
• Persekabpas Pasuruan
• PSPK Kota Pasuruan
• PSID Jombang
• Mitra Surabaya