Goyang Itik, Cara Bejo Protes Wasit

GOYANG ITIK: Beginilah gaya Bejo Sugiantoro memprotes wasit: Mengacukan dua jempol ke arah wasit, merunduk sambil mengoyangkan pantatnya bak penyanyi dangdut dengan goyang itik. | Foto: Barometerjatim.com/ TOMMY RABANI

MOJOKERTO, Barometerjatim.com – Musim ini mejadi debut perdana bagi legenda Persebaya, Bejo Sugiantoro menjalani karier baru sebagai pelatih. Seperti apa gaya Bejo di tepi lapangan bersama tim Liga 2 Persik Kediri?

Sebagai pelatih muda, di dua laga awal, Bejo masih menunjukan sikap tenang saat mengawal tim berjuluk Macan Putih itu. Berteriak-teriak di tepi lapangan memberikan intruksi layaknya pelatih lain.

Namun di pekan ketiga menghadapi tuan rumah Mojokerto Putra (MP) di Stadion Gajah Mada, Mojosari, Sabtu (6/5), tekanan mulai dirasakan pria yang menjadi andalan lini belakang Persebaya di era 90 itu.

Bukan hanya stadion penuh sesak penonton, di tengah lapangan Bejo mulai gerah dengan kepemimpinan wasit. Terutama di babak kedua, ketika gol Persik di menit 50 dianulir wasit.

Baca: Mojokerto Putra dan “Tugas Negara Bos”

Praktis, sejak itu Bejo selalu berdiri di tepi lapangan. Bukan hanya memberikan intruksi pada pemainnya, namun juga lebih sering melakukan protes pada wasit maupuan asisten wasit.

Memasuki menit 78, Bejo membuat gerakan tidak lazim. Tidak lagi dengan mimik marah dan berteriak pada wasit. Namun dengan senyum sembari mengacukan dua jempol ke arah wasit. Tidak hanya itu, Bejo juga merunduk sambil mengoyangkan pantatnya, bak penyanyi dangdut dengan goyang itik-nya.

Pemandangan ini hanya berlangsung beberapa detik. Setelah itu, Bejo sempat menarik seluruh pemainnya untuk keluar lapangan setelah gol kedua Mojokerto Putra dianggap sah oleh wasit.

Untungnya, aksi mogok ini tidak lama, hanya berlangsung lima menit. Setelah itu pertandingan dilanjutkan dan Persik Kediri kalah 0-2 dari tuan rumah MP.

Usai pertandingan tidak ada aksi protes lagi, Bejo sambil tersenyum menyalami wasit dan juga official MP, termasuk Danilo Fernando, mantan rekannya di Persebaya yang kini menjabat CEO MP.

• Baca: Rayakan Ultah Emas, Ratusan Karateka PMK ‘Serbu’ Kota Batu

“Saya pelatih muda dan pertandingan ini menjadi pelajaran bagi saya. Soal wasit silakan masyarakat Indonesia yang menilainya, pertandingan disiarkan langsung. Saya fokus memperbaiki tim saya untuk pertandingan berikutnya,” ucapnya dengan suara serak.

Diakui Bejo, jika timnya mengalami tekanan berat dibandingkan pertandingan sebelumnya, “Saya bangga dengan pemain Persik yang masih muda-muda. Namun bisa menghadapi dan bermain tidak jelek, meski akhirnya harus kalah, ” ucapnya.

Soal gaya aksi protesnya di tepi lapangan, Bejo mengaku hanya reaksi biasa, “Ya, sponton saja,” ujarnya sembari tersenyum.