Senin, 15 Agustus 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Cek Pengerjaan Saluran Air, Eri Cahyadi Tak Canggung Nyemplung ke Gorong-gorong

Berita Terkait

MASUK GORONG-GORONG: Eri Cahyadi nyemplung ke gorong-gorong untuk melihat kondisi di dalam saluran. | Foto: Barometerjatim.com/IST
MASUK GORONG-GORONG: Eri Cahyadi nyemplung ke gorong-gorong untuk melihat kondisi di dalam saluran. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi melakukan pengecekan sejumlah lokasi pekerjaan konektivitas saluran atau box culvert, Senin (18/7/2022). Sejumlah saluran itu berada di Jalan Embong Kenongo, Jalan Simpang Pojok, Jalan Simpang Dukuh, dan Jalan Praban Surabaya.

Didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Eri melihat langsung beberapa pekerjaan konektivitas saluran tersebut. Bahkan, tak canggung nyemplung ke dalam gorong-gorong di Jalan Simpang Dukuh untuk melihat kondisi di dalam saluran.

Usai berkeliling ke beberapa lokasi tersebut, Eri mengatakan bahwa sejumlah pekerjaan saluran yang tengah dikerjakan bertujuan untuk mengatasi genangan di pusat kota. Mulai dari kawasan Jalan Panglima Sudirman, Jalan Basuki Rachmat, hingga Jalan Gubernur Suryo Surabaya.

“Kontrak kinerja DSDABM (Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga )itu mengurangi genangan di Surabaya. Jadi bukan hanya mengerjakan box culvert atau pedestrian saja, tapi bagaimana terkoneksi satu dengan yang lainnya,” kata Eri usai meninjau saluran di pedestrian Jalan Praban.

Menurutnya, genangan yang terjadi di kawasan Jalan Panglima Sudirman disebabkan drainase di lokasi tersebut tidak mampu menampung beban air saat hujan deras. Sehingga, air di kawasan itu mengalir hanya menuju ke Pompa Grahadi. Sementara riol yang ada di pedestrian Jalan Kayoon, tidak pernah terbebani aliran air dari Jalan Panglima Sudirman.

“Dulu waktu sebelum dibangun pedestrian, itu airnya rata. Ketika dibuat pedestrian besar, akhirnya tampungannya besar, tidak dimasukkan ke sini (Riol Kayoon),” ujarnya.

Parahnya lagi, kata Eri, ternyata dari saluran utama yang berukuran dua meter tadi mengalir menuju ke drainase kecil di kawasan Jalan Embong Kenongo yang berukuran 60 centimeter. Sehingga hal tersebut menjadi salah satu penyebab terjadinya genangan di kawasan pusat kota.

“Karena itu nanti untuk mengatasi wilayah yang ada di Panglima Sudirman, kita akan buat dua meter dari Kayoon riolnya sampai dengan Panglima Sudirman. Terus dari PWI (Jalan Taman Apsari) kita larikan ke Jalan Simpang Pojok tadi, beban itu dimasukkan langsung ke arah rumah Pompa Kenari,” jelasnya.

Dengan demikian, jika hujan deras turun, maka saluran air di kawasan Jalan Taman Apsari tidak terlalu terbebani. Sebab, aliran air yang berada di kawasan Taman Apsari ke depan akan terbagi menuju ke Rumah Pompa Kenari dan Pompa Grahadi.

“Tapi setelah saya masuk di dalamnya (box culvert Jalan Kenari) itu kecil. Makanya saya suruh bongkar, karena riolnya besar. Berarti apa? (Saluran) yang sudah terbangun tadi itu belum konek semua. Tapi kalau kita lihat dari atas, konek semua. Ini yang kita perbaiki seperti yang ada di riol Jalan Kenari,” paparnnya.

Eri pun meminta  DSDABM apabila ke depan mengerjakan box culvert, riol yang ada di bawahnya bisa dimanfaatkan jadi satu kesatuan. Karena baginya, semakin tinggi lokasi penampungan air yang ada di bawah pedestrian justru semakin bagus.

“Mungkin dulu pemikirannya adalah riolnya buntu. Kalau saya malah keruk riolnya, dibikin plong, kemudian nanti sambil ditambah box culvert, menambahkan ketinggian,” jelas Eri.

» Baca berita terkait Banjir. Baca juga tulisan terukur lainnya Moch Andriansyah.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -