Pesan 99 Anak Yatim: Jangan Ada Lagi Kampret dan Cebong!

Bocah polos ini membawa pesan damai untuk Kampret dan Cebong agar kembali bersatu. | Foto: Barometerjatim.com/natha lintang
Bocah polos ini membawa pesan damai untuk Kampret dan Cebong. | Foto: Barometerjatim.com/natha lintang

SURABAYA, Barometerjatim.com – Entah mereka ini sudah mengerti situasi politik atau sekadar pengusung poster. Sebanyak 99 anak yatim dengan wajah polos membawa pesan damai, salah satunya untuk Cebong dan Kampret — sebutan pendukung Joko Widodo dan Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

“Jangan Ada Lagi Cebong dan Kampret, Semuanya Ayo Baikan Dong!” begitu bunyi poster yang dibawa. Poster lain bertuliskan, “Sing Menang Rasah Jumawa, Sing Kalah Kudu Legawa”, “Ayo Move On dari Coblosan, Saatnya Persiapan Sambut Ramadhan”, serta poster ajakan kebaikan lainnya.

Para anak yatim dari sejumlah panti asuhan di Surabaya itu berjajar rapi di depan kantor PWNU Jatim, Jalan Masjid Al Akbar 9, Surabaya, Sabtu (20/4/2019) sore, menyambut malam Nifsu Sya’ban 1440 Hijriah.

Sambil membawa poster berisi pesan-pesan damai, mereka membagikan kue apem, jajanan yang biasa dibagikan masyarakat Jatim menyambut bulan suci Ramadhan.

Kue apem itu dibagikan pada para pengendara yang melewati jalanan di depan kantor PWNU Jatim. Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya, mereka bergerak mengitari Masjid Al Akbar dengan jalan kaki, sambil terus membagikan kue apem sembari menyanyikan lagu syubbanul wathon serta shalawat nabi.

Menurut ketua panitia acara sekaligus Ketua Lembaga Amil Zakat dan Sedekah NU Lazis-NU Jatim, Afif Amrullah, momentum malam Nisfu Sya’ban sangat tepat untuk kembali mengingatkan seluruh komponen bangsa — termasuk Cebong dan Kampret — agar kembali bersatu dan saling memaafkan.

“Sudah saatnya para elite atau siapapun pendukung pasangan calon yang mengikuti kontestasi Pemilu 2019, bersatu kembali untuk membangun Indonesia,” terang Afif usai acara bagi-bagi kue apem.

“Malam Nisfu Sya’ban adalah momentum yang tepat untuk saling memaafkan menjelang dibukanya lembaran catatan amal baru setahun ke depan,” sambungnya. •

» Baca Berita Terkait Pilpres 2019, PWNU Jatim