Korban Pemukulan, Pengendara Mobil Mewah Lapor Polisi

DUGAAN PENGANIAYAAN: Lia Vinata yang dirawat di RS National Hospital, menunjukkan surat laporan ke polisi atas dugaan penganiayaan. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
DUGAAN PENGANIAYAAN: Lia Vinata yang sedang dirawat di rumah sakit, menunjukkan surat laporan ke polisi atas dugaan penganiayaan. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Lia Vinata, 31 tahun, melapor ke Polsek Lakarsantri, Surabaya atas dugaan penganiayaan. Laporan tertuang dalam surat LP Nomor B/234/B/IX/YAN.2.5./2018/JATIM/RESTABES/SEK LAKARSANTRI.

Ditemui di RS National Hospital, Jumat (7/9) malam, Lia yang sedang menjalani pemulihan menuturkan, dugaan penganiayaan bermula saat dirinya pulang dari mengantar anaknya sekolah di kawasan perumahan Citraland, Kamis (6/8) sekitar pukul 08.15 WIB.

Lia yang mengendarai mobil Mercedes Benz C250 AMG, saat hendak berbelok ke arah kanan di Jalan Telaga Utama tak jauh dari toko ritel Superindo, tiba-tiba ditabrak mobil Mazda Biante dari arah kiri yang dikendarai MG, 35 tahun.

• Baca: Dua Hari, Dua Kali Henry Diadili dalam Perkara Pasar Turi

“Ketika mobil saya ditabrak, saya minggir. Dia (penabrak) juga minggir. Anehnya dia tidak keluar dari mobil,” kata perempuan kelahiran Kediri yang tinggal di Perumahan Dian Istana tersebut.

Lia lantas turun dari mobil mewahnya, menghampiri MG dan memintanya keluar dari mobil. Lantaran tak mau keluar, Lia mengambil dompet koin kecil dari mobil MG dan membuangnya. Tindakan ini rupanya memancing MG keluar mobil.

“Saya minta dia (MG) bertanggung jawab. Eh, malah dia marah dan justru menganiaya saya. Dia menarik baju dan memukul bahu saya. Saya tidak tahu berapa kali dia memukul,” akunya sembari menunjukkan bahu tangan kirinya yang masih lebam.

• Baca: Setahun, Merek dan Kualitas Beras “Mentari” Dipalsu

Tak sekadar enggan bertanggung jawab, MG, kata Lia, juga memanggil beberapa anggota keluarganya ke lokasi kejadian untuk menunjukkan kalau ayah MG orang berpengaruh.

Merasa tidak ada niat baik, akhirnya Lia melaporkan kasus dugaan penganiayaan ini ke Polsek Lakarsantri. “Saya ingin masalah ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian dan ditindaklanjuti,” harapnya.

Sementara Kapolsek Lakarsantri, Kompol Dwi Heri Sukiswanto belum bisa dikonfirmasi terkait laporan yang disampaikan Lia. Dihubungi wartawan via telepon belum menjawab, begitu pula pertanyaan melalui pesan singkat belum dibalas.