Prabowo-Gibran Unggul Tebal 56,2% di Jatim, Khofifah Belum Ikut 'Berkeringat'!

| -
Prabowo-Gibran Unggul Tebal 56,2% di Jatim, Khofifah Belum Ikut 'Berkeringat'!
APEL AKBAR: Khofifah saat menghadiri apel akbar relawan Prabowo-Gibran di Surabaya, Sabtu (3/2/2024). | Foto: IST

SURABAYA | Barometer Jatim – Luar biasa pergerakan elektabilitas Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Jawa Timur. Dalam survei yang digelar Indikator Politik Indonesia pada 14-19 Januari 2024, bahkan menembus 56,2% atau naik 9,2% dibandingkan survei periode 21-31 Desember 2023.

Sebaliknya, keterpilihan Ganjar Pranowo-Mahfud MD justru turun menjadi 19,9% dari sebelumnya 24,7%. Pun Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar ikut turun sedikit menjadi 15,7% dari sebelumnya 16,4%.

Terkait lonjakan elektabilitas Prabowo-Gibran tersebut, kehadiran Gubernur Jatim yang juga Jurkamnas Tim kampanye Nasional (TKN) Khofifah Indar Parawansa diresonansikan memberi efek signifikan.

Namun Ketua Umum Jaringan Gawagis (Jaga) Nusantara -- salah satu elemen pendukung Ganjar-Gibran, KH Zahrul Azhar As’ad alias Gus Hans berpendapat sebaliknya. Menurutnya, alih-alih memberi efek signifikan, Khofifah bahkan belum 'berkeringat' karena survei Indikator Politik Indonesia digelar sebelum perempuan yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU itu bergabung.

“Kalau kita lihat dari pengambilan sampelnya itu dari 14-19 Januari, maka saya melihat ini adalah hasil kerja semua pihak yang telah bekerja dan berkeringat lama,” kata Gus Hans dari Singapura yang dihubungi Barometer Jatim via sambungan telepon, Sabtu (3/2/2024).

| Baca juga:

Sekadar tahu, dalam satu minggu ini kiai muda pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang itu bersama gus-gus Jaga Nusantara sedang menyisir pemilih di luar negeri, termasuk Malaysia dan Singapura, untuk memenangkan Prabowo-Gibran.

Ya, Khofifah memang baru efektif masuk TKN Prabowo-Gibran pada 21 Januari 2024 atau sehari setelah Harlah ke-78 Muslimat NU di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.

“Jadi insyaallah saya efektif masuk TKN 21 Januari. Kalau saya masuk TKN 21 Januari berarti 21 saya nonaktif (dari Ketum Muslimat NU), kebetulan saya di Ketua PBNU juga,” katanya pada wartawan di kawasan GBK Jakarta, Jumat (19/1/2024).

Sebaliknya, Gus Hans melihat tokoh dan pihak yang berkeringat salah satunya yakni Gubernur Jatim periode 2009-2019, Soekarwo alias Pakde Karwo.

Titik pergerakan masif dilakukan Pakde Karwo, menurut Gus Hans, begitu Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto saat HUT ke-59 Partai Golkar di Jakarta, 6 November 2023, menyampaikan bahwa di Jatim salah satunya ada Soekarwo.

| Baca juga:

“Saya lihat Pakde Karwo langsung bergerak dengan gaya klandestinnya (diam-diam). Saya tahu betul, karena ada beberapa orang kepercayaan menghubungi saya tentang bagaimana gerakan dari Pakde Karwo ini yang menurut saya sangat jauh berbeda, sangat senyap dan rapi,” bebernya.

“Jadi kalau boleh dikatakan yang dilakukan Pakde Karwo itu fokus kepada below the line. Ini sangat efektif dan sangat memberikan dampak yang baik, jika memang orang tersebut punya jaringan kuat,” sambung Gus Hans.

Prabowo sendiri terlihat cukup respek dengan kehadiran Pakde Karwo, yang disebutnya sebagai Gubernur Jatim dan secara berseloroh Khofifah adalah penggantinya.

Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan bantuan sumur bor dan pipanisasi yang tersebar di 15 titik se-Madura. Acara peresmian di pusatkan di Desa Patereman, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Selasa (23/1/2024).

“Saya di sini juga didampingi Pakde Karwo. Pakde Karwo adalah Gubernur Jawa Timur, kalau Ibu Khofifah penggantinya. Saya juga didampingi pemimpin muda kita, Pak Emil Dardak,” katanya.

Gerindra Juara di Jatim

Di sisi lain, survei Indikator Politik Indonesia juga memotret elektabilitas Parpol. Di kategori ini, pencapresan Prabowo berefek dahsyat pada elektabilitas Partai Gerindra di Jatim, bahkan melibas PDIP dan PKB.

"Dengan simulasi 18 nama dan lambang partai, selama ini Jatim didominasi PDIP dan PKB. Seiring mendekatnya Pemilu 2024, ada indikasi dominasi PDIP dan PKB di-challange Gerindra," terang Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi saat paparan melalui zoom, Kamis (1/2/2024).

"Elektabilitas Gerindra tertinggi di Jawa Timur. Ada peningkatan signifikan dibanding Desember 2023," tandasnya.

Survei Indikator Politik Indonesia digelar di 38 kabupaten/kota pada 14-19 Januari 2024 menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 810 responden.

Margin of error kurang lebih 3,5% pada tingkat kepercayaan 95%. Sampel berasal dari seluruh kabupaten/kota yang terdistribusi secara proporsional dengan wawancara secara tatap muka.

| Baca juga:

Hasilnya, Gerindra meraup elektabilitas 22,2%. PDIP menyusul di posisi kedua di angka 18,3%, dan PKB di posisi ke-3 di angka 18%.

"Survei terbaru kami menggambarkan PDIP turun, PKB relatif stabil. Ketika PDIP turun, ternyata yang naik Gerindra. Sementara PKB cenderung stabil," jelas Burhanuddin

Faktor apa yang membuat Gerindra melesat dahsyat di Jatim? Burhanuddin menyebut kenaikan elektabilitas Gerindra dipengaruhi kinerja kader serta coattail effect dari dinamika Pilpres, dimana angka Prabowo Subianto meroket tajam di Jatim.

"Dinamika Pilpres ada efek elektoral ke partai yang mengusung. Gerindra mengancam elektoral PDIP dan PKB," tegasnya. Selain itu, Burhanuddin juga menyebut elektabilitas Partai Golkar naik dan mantap di posisi ke-4.{*}

| Baca berita Pilpres 2024. Baca tulisan terukur Rofiq Kurdi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.