FKKN: Tak Elok Anggota Fraksi PKB Dukung Hiburan Malam!

FORUM KIAI KAMPUNG: KH Abd Tawwab, tak elok anggota Fraksi PKB dukung rumah hiburan malam. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
FORUM KIAI KAMPUNG: KH Abd Tawwab, tak elok anggota Fraksi PKB dukung rumah hiburan malam. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tak hanya Jaringan Aliansi Santri dan Mahasiswa Surabaya (Jasmass). Forum Kiai Kampung Nusantara (FKKN) juga menyesalkan orasi Wakil Ketua Fraksi PKB DPRD Surabaya, Mahfudz yang ikut berorasi mendukung aksi pekerja hiburan malam.

“Saya sangat, sangat menyesalkan dengan tindakan apa yang dilakukan oleh saudara kita Mahfudz dari Komisi B ini,” kata Ketua Umum DPP FKKN, KH Abd Tawwab Hadlory kepada wartawan, Rabu (5/8/2020).

“Sebetulnya, tidak sejauh itu dia ikut bergabung dalam gerakan demonstrasi dari para pekerja rumah hiburan malam,” tandas kiai yang juga pengasuh Pondok Pesantren Darus Saadah Nginden Jangkungan, Surabaya tersebut.

Apalagi, Kiai Tawwab memandang Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini alias Risma berhasil dalam menanggulangi Covid-19 dan itu patut dibanggakan warga.

“Saat ini, kenyataannya, Surabaya sudah menuju zona hijau dari semula merah atau hitam pekat,” katanya.

Sukses ini, selain buah dari ikhtiar Risma, juga berkat doa para kiai, para santri, dan masyarakat Surabaya. “Sehingga insyaallah Surabaya diselamatkan dari bahaya wabah Covid-19,” katanya.

Karena itu, Kiai Tawwab meminta anggota DPRD Surabaya agar membuka mata hatinya, kepekaanya, karena seluruh masyarakat merasakan terdampak pandemi Covid-19.

“Khusunya kepada Mas Mahfudz ini, saya sangat menyayangkan. Sebagai anggota DPRD dari PKB yang sering mengklaim bahwa itu partainya orang NU (Nahdlatul Ulama) kok malah ingin membuat keramaian, hura-hura, kehidupan malam, tidak ada keprihatinan,” katanya.

Padahal para ulama, tandas Kiai Tawwab, justru menganjurkan harus prihatin. Harus banyak mendekatkan diri kepada Allah Swt supaya Covid-19 bisa berakhir. Sebab, penyelesainnya juga perlu kekuatan doa, karena pandemi ini di luar ukuran akal.

Apakah FKKN sudah berkomunikasi dengan Mahfudz? “Tidak. Saya cukup mengikuti dari orasi dia di video itu. Ndak elok langkah-langkah seperti itu,” katanya.

Mahfudz, katanya, seharusnya lebih banyak turun ke bawah menjaring aspirasi masyarakat, sehingga apa yang dilakukan benar-benar sesuai dengan yang dikehendaki masyarakat yang diwakilinya.

“Tidak elok! (Orasi Mahfudz) itu seakan-akan memprovokasi para pekerja malam supaya tidak mengubah maindsetnya,” tegas Kiai Tawwab.

TOLAK PERWALI 33: Sejumlah pekerja rumah hiburan malam saat aksi menolak Perwali 33 di Balai Kota Surabaya. | Foto: IST
TOLAK PERWALI 33: Sejumlah pekerja rumah hiburan malam saat aksi menolak Perwali 33 di Balai Kota Surabaya. | Foto: IST

» Baca Berita Terkait DPRD Surabaya, PKB