29,4% Pertumbuhan Ekonomi Jatim Ditopang Sektor Industri

SIAPKAN TENAGA KERJA: Khofifah ke JIIPE, siapkan bahas penyiapan tenaga kerja terampil. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
SIAPKAN TENAGA KERJA: Khofifah ke JIIPE, bahas penyiapan tenaga kerja terampil. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

GRESIK, Barometerjatim.com – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyebut kehadiran Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik menjadi bagian penting bagi Jatim, mengingat 29,4 persen pertumbuhan ekonomi provinsi ini di-support sektor industri.

Mantan Menteri Sosial dan kepala BKKBN itu berharap, JIIPE akan menjadi kawasan industri terintegrasi yang dapat menekan ongkos produksi.

“Segala fasilitas terkait bahan baku, listrik, ketersediaan air bersih, gas, pengolahan limbah serta pemukiman dan pelabuhan terintegrasi sehingga efektif dan efisien,” kata Khofifah saat mengunjungi JIIPE, Kamis (22/8/2019).

Selain itu, Khofifah berharap seluruh proses industri di JIIPE harus memiliki proses pengolahan limbah yang baik, sehingga daya dukung lingkungan dapat dijaga.

“Pengolahan limbah di industrial estate ini akan lebih mudah, lebih murah, dan kontrolnya juga lebih cepat. Karena tidak mungkin limbahnya apalagi limbah bahan beracun dan berbahaya (B3)-nya dibuang ke laut,” tegasnya.

Secara keseluruhan, kehadiran JIIPE juga menjadi bagian penting untuk membangun sinergitas, dan percepatan pengembangan industri di Jatim. Apalagi, ke depan direncanakan ada akses konektivitas antara Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, dan kota lainnya.

Khofifah hadir di JIIPE untuk membahas kerja sama penyiapan tenaga kerja terampil, bersama para pimpinan kawasan industri yang dibangun di atas area seluas 3.000 hektare di Kecamatan Manyar tersebut.

Dia ingin menyiapkan tenaga kerja dengan keterampilan khusus yang dibutuhkan JIIPE sejak dini, sebelum kawasan tersebut beroperasi sepenuhnya pada 2028.

“Kita ingin mencocokkan specific skill yang dibutuhkan itu seperti apa? Supaya tenaga kerjanya bisa disiapkan sejak awal,” ucapnya.

Dia mencontohkan pembangunan pabrik smelter yang membutuhkan lahan sekitar 100 hektare, diharapkan bisa menyerap empat ribu tenaga kerja.

Sedangkan total tenaga kerja yang diserap, jika sudah beroperasi penuh, bisa mencapai lebih 300 ribu orang. “Kita ingin siapkan tenaga kerja sesuai yang mereka butuhkan,” katanya.

Pemetaan Program

Dengan mencocokkan kebutuhan specific skill, maka pemerintah bisa menyiapkan serta membuat pemetaan program penyiapan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan tersebut.

Kemudian berdasarkan pemetaan itu, pemerintah bisa menindaklanjutinya dengan melibatkan SMK, Aliyah, SMA dual track, serta pendidikan Diploma 1 (D1), Diploma 3 (D3), atau Sarjana (S1) di Jatim.

“Jadi kita bisa mendapatkan konfirmasi lebih awal, supaya persiapannya juga bisa segera dilakukan,” katanya.

“Kita berharap bahwa tenaga kerja dengan specific skill yang dibutuhkan ini kelak bisa diserap oleh industri yang ada di kawasan JIIPE,” sambungnya.

» Baca Berita Terkait JIIPE, Industri