Gandeng 3 Desa, JIIPE Tampung 83 Persen Tenaga Lokal

MAKET: JIIPE, role model kawasan Industri terintegrasi dengan infrastruktur lengkap. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
MAKET: JIIPE, role model kawasan Industri terintegrasi dengan infrastruktur lengkap. | Foto: Barometerjatim.com/ABDUL KIROM

GRESIK, Barometerjatim.com – Presiden Direktur (Presdir) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik, Bambang Soetiono memastikan 83 persen pekerja di perusahaanya adalah tenaga kerja lokal.

Tidak hanya itu, untuk menyejahterakan masyarakat sekitar, pihaknya juga telah mengimbau para tenant untuk menggunakan tenaga kerja lokal.

“Kita sudah melakukan MoU dengan tiga desa, yakni Manyarejo, Manyar Sidorukun, dan Manyar Sidomukti untuk menggunakan tenaga kerja lokal,” terang Bambang saat menerima kunjungan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Kamis (22/8/2019).

“Kemudian, bekerja sama dengan Pondok Pesantren Qomaruddin untuk melakukan training, dan lulusannya kami tampung di JIIPE,” tegasnya.

Bambang menambahkan, JIIPE yang diresmikan Presiden Jokowi pada 9 Maret 2018 berdiri di atas area seluas 3.000 hektare, seluas 400 hektare di antaranya merupakan wilayah pelabuhan.

Lalu kawasan industrinya seluas 1.800 ha, serta 800 hektare lainnya diperuntukkan sebagai kawasan hunian dan rekreasi.

“JIIPE ini didirikan dalam rangka untuk me-reduce biaya logistik nasional. Jadi JIIPE ini didirikan integrated antara pelabuhan, kawasan industri dan perumahan,” katanya.

JIIPE, lanjut Bambang, merupakan role model kawasan industri terintegrasi yang bagus karena lahannya cukup luas dan infrastrukturnya lengkap.

Yakni ada pelabuhan, kawasan industri dan perumahan. Sehingga, para tenaga kerja, khususnya yang berasal dari Gresik dan sekitarnya tidak perlu jauh-jauh pulang-pergi.

Tudingan Sengketa Tanah

Sebelumnya, 22 Juli 2019, keberadaan JIIPE diprotes LSM Forum Kota (Forkot) Gresik lantaran banyak keluhan dari masyarakat terkait sengketa tanah rakyat yang masih belum terselesaikan.

Selain itu, Forkot meminta untuk merekrut dan melibatkan tenaga kerja lokal di kawasan JIIPE yang menurutnya belum dilakukan secara maksimal.

“Kami inginkan untuk menuntaskan segala persoalan sengketa lahan atau tanah rakyat yang ada di kawasan JIIPE. Juga merekrut 100 persen warga lokal dan pelestarian lingkungan hidup,” kata Koordinator Forkot Gresik, Haris Faqih.

Namun Kepala General Affair (GA) JIIPE, Joko Sulistiyo menepis tudingan Forkot terkait lahan yang masih bermasalah dan mengindahkan tenaga lokal.

“Sekarang ini baru ada enam pabrik. Kalau wilayah kondusif, maka investor dan pabrik akan melakukan investasi di sini dan efek positifnya akan menyerap tenaga lokal. Ini butuh waktu dan dukungan semua pihak,” jelasnya.

» Baca Berita Terkait JIIPE, Industri