Unik! Haji Masnuh Bikin Pagupon Menara Masjid Cheng Ho

KREATIF: Bekupon Manara Masjid Cheng Ho, ide kreatif Haji Masnuh di tengah pandemi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY
KREATIF: Bekupon Manara Masjid Cheng Ho, ide kreatif Haji Masnuh di tengah pandemi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY

SIDOARJO, Barometerjatim.com – Pandemi Covid-19 membuat sebagian besar perusahaan merumahkan karyawannya. Tak terkecuali PT Masrur and Son, perusahaan konstruksi baja milik saudagar Haji Masnuh yang berlokasi di Ngingas, Waru, Sidoarjo.

“Kalau PHK sih enggak, cuma sebagian besar karyawan kita rumahkan dulu sampai pandemi ini selesai. Ya gimana lagi, wong enggak ada yang dikerjakan,” katanya, Senin (10/8/2020).

Tak hanya karyawan yang dirumahkan, selama pandemi Haji Masnuh juga lebih sering di rumah. Selain proyek sedang sepi, mantan bendahara umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu memang menjaga betul diri dan keluarganya dari Covid-19.

Nah, agar karyawannya agar tetap produktif dan berpenghasilan, ide-ide kreatif pun dimunculkan. Mulai membuat tanaman hidroponik, memelihara burung, hingga hal-hal produktif lainnya.

Alhasil, di area perusahaannya kini terlihat pemandangan yang berbeda, tidak melulu terlihat tumpukan besi baja dan peralatan berat. Tapi ada kandang burung, gazebo, hingga pagupon atau bekupon alias kandang burung merpati.

“Ya ini gara-gara nganggur akibat pandemi,” katanya sembari tertawa lepas. “Anak buah nganggur saya bayari terus, akhirnya sebagian tetap saya karyakan dengan cara begini,” sambungnya.

Soal material, Haji Masnuh juga tak perlu membeli, cukup memanfaatkan yang ada di perusahaannya. “Yang sudah enggak mungkin dijual, karena apkir, lalu saya pakai buat gazebo, kandang burung, bekupon, kayak gini jadinya,” katanya.

Hobi Sejak Kecil

IDE KREATIF: Haji Masnuh, munculkan ide-ide kreatif agar karyawannya tetap berpenghasilan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY
IDE KREATIF: Haji Masnuh, munculkan ide-ide kreatif agar karyawannya tetap berpenghasilan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY

Dari sekian karya kreatif yang diciptakan, ada satu yang cukup menyita perhatian siapa pun yang datang ke area perusahaan, yakni pagupon menyerupai menara Masjid Cheng Ho yang ditempatkan di balkon gedung kantornya.

Dari mana idenya? “He.. he.. Itu ceritanya saat puasa (bulan Ramadhan) lalu, ketika saya Jumatan di Masjid Cheng Ho Pandaan. Saya pikir-pikir kok menarik, ya akhirnya bikin konstruksi untuk bekupon itu,” terangnya.

Sedangkan soal memelihara burung dan menanam sayuran, Haji Masnuh menuturkan hal itu sebenarnya hobi saat kecil. Termasuk memancing. Bahkan sebelum ada Covid-19, orang dekat Gus Dur itu sering memancing ke berbagai perairan di Tanah Air.

“Dari dulu saya memang burung merpati, pelihara burung, dan mancing. Nah, begitu ada Covid-19 ini, ya sudah diam, sambil dengerin kicau burung,” katanya, lagi-lagi dengan senyum khas nan ramah.

Haji Masnuh juga bersyukur, karena seluruh karyawannya tidak ada yang terjangkit Covid-19. Dia juga tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat di lingkungan perusahaannya, meski saat ini sedang menuju new normal.

“Kalau protokol kesehatan tetap. Jangan senang-senang, karena status new normal lalu semuanya dibuat seperti sebelum ada Covid-19. Kita juga tetap membiasakan pakai masker, karena ini tak semata mencegah dari Covid-19 tapi juga untuk kesehatan,” ujarnya.

NUANSA HIJAU: Gazebo, tempat untuk menerima tamu-tamu perusahaan Haji Masnuh di tengah pandemi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY
NUANSA HIJAU: Gazebo, tempat untuk menerima tamu-tamu perusahaan Haji Masnuh di tengah pandemi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY

» Baca Berita Terkait Wabah Corona