Jelang 10 Tahun Risma Berakhir, Sayang Kalau Tergores Corona!

JANGAN TERGORES CORONA: Risma, 10 tahun pimpin Surabaya jangan tergores pandemi Corona. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
JANGAN TERGORES CORONA: Risma, 10 tahun pimpin Surabaya jangan tergores pandemi Corona. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Waktu kepemimpinan Tri Rismaharini alias Risma tidak lama lagi. Februari 2021, perempuan kelahiran Kediri itu bakal purnatugas, setelah satu dekade (2010-2020) menjabat wali kota Surabaya.

Selama dua periode, ratusan penghargaan nasional maupun internasional diterimanya, baik secara individu maupun institusi — di antaranya Women Empowerment Award (WEA) dari Her Times, salah satu media di Singapura.

Namun di ujung kepemimpinannya, Risma menghadapi cobaan berat yakni pandemi virus Corona (Covid-19). Pendemi ini juga membuat Risma beberapa kali terlihat emosional, termasuk berseteru dengan Pemprov Jatim soal bantuan mobil PCR (Polymerase Chain Reaction) hingga aksi sujud di kaki seorang dokter.

Nah, agar akhir dari kepemimpinan Risma tak tergores, politikus Partai Nasdem, Vinsensius Awey berharap perempuan yang juga kader PDIP itu menunjukkan kerja-kerja nyata dan luar biasa untuk menghentikan Corona.

“Bila perlu zero pasien Covid-19 di Kota Surabaya sangat kita nantikan,” tandas wakil ketua DPW Partai Nasdem Jatim bidang Media dan Komunikasi Publik tersebut, Kamis (6/8/2020).

“Kan sayang, kalau kepemimpinan Bu Risma yang hampir 10 tahun penuh dengan penghargaan baik nasional maupun internasional, lalu tergores hanya karena dalam satu tahun terakhir ini tidak mampu mengendalikan penyebaran Covid-19 dengan baik,” paparnya.

Away juga berharap agar Risma lebih bersabar, termasuk tidak buru-buru menentukan zona hijau wilayah yang dipimpinnya, karena hal tersebut menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Sebab, kalau yang disampaikan tidak mendasar, artinya acuannya tidak jelas dan bukan kewenangan Pemda untuk menyampaikannya, maka itu kan nantinya jadi menyesatkan. Sabarlah, menunggu dirilis oleh Satgas pusat saja,” ujarnya.

Jangan sampai, tandas Away, masyarakat lantas bereuforia lalu mengabaikan banyak ketentuan protokol kesehatan. Padahal bisa saja yang dirilis pusat nantinya Surabaya masih berwarna merah, atau bahkan merah kehitaman.

“Sabarlah, tapi penanganan Pemkot tidak boleh hanya biasa-biasa saja, harus ekstra biasa, harus luar biasa!” tuntas Awey.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona