Sibuk Ikut Penjaringan, Orang Dekat Khofifah Terkesan Ritel!

PILWALI SURABAYA: Surokim Abdussalam, orang di lingkaran Khofifah jangan terkesan eceran. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
PILWALI SURABAYA: Surokim Abdussalam, orang dekat Khofifah jangan terkesan eceran. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pengamat politik, Surokim Abdussalam menilai, ‘berisiknya’ orang-orang di sekeliling Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa untuk maju di Pilwali Surabaya 2020 masih sebatas ‘tes ombak’ dan upaya menarik perhatian.

“Bahwa politik Surabaya, jangan sampai melupakan kekuatan hijau kultural yang juga memiliki akar di Surabaya,” katanya pada Barometerjatim.com di Surabaya, Sabtu (12/10/2019).

Sebagai tes ombak, Surokim masih melihat ikhtiar para bakal calon yang muncul wajar-wajar saja, kendati tetap harus hati-hati agar tidak terkesan asal, termasuk asal daftar dan ikut penjaringan.

“Memang tidak mudah ya ikut kontes di Pilwali Surabaya, karena mensyaratkan banyak prasyarat unggul untuk seorang bakal calon,” katanya.

Prasyarat unggul ini yang masih diamati Parpol, karena Surabaya dianggap wilayah strategis secara geopolitik bagi Parpol dan punya efek untuk Pilkada lainnya di 18 daerah di Jatim.

Ibaratnya, tandas dekan FISIP Universitas Trunojoyo Madura (UTM) tersebut, Surabaya ini Pilkada level satu di Jatim sehingga Parpol masih relatif hati-hati dan mensyaratkan bakal calon unggul.

“Bakal calon dari lingkaran Bu Khofifah, sejauh pengamatan saya masih ikut arus untuk turut penjaringan Parpol. Bahkan kesannya masih seperti ritel (ngecer) gitu ya, siapa tahu ada yang masuk,” katanya.

“Ya ini sah-sah saja dan enggak ada salahnya, tetapi secara pencitraan kesan coba-cobanya sangat kelihatan. Belum ada yang percaya diri dan selektif maju dari satu Parpol, sehingga ikut penjaringan ke banyak partai,” sambungnya.

Khofifah Tahan Dukungan

Menurut Surokim, kian dekatnya penentuan oleh Parpol, para bakal calon harus mampu membuat narasi diferensiasi yang bisa menarik perhatian khalayak pemilih lewat ide-ide yang wow serta membumi. Itu sebenarnya yang ditunggu pemilik kota.

“Saya pikir dukungan Bu Khofifah juga akan di-delay ya, untuk melihat calon potensial di sekitarnya yang punya peluang menang. Rasanya beliau akan hati-hati memberi dukungan,” ucap peneliti senior di lembaga survei Surabaya Survey Center (SSC) itu.

Seperti diketahui, tiga orang dekat Khofifah sibuk ikut penjaringan untuk maju di Pilwali Surabaya. Mereka yakni Dwi Astuti (ikut penyaringan di PDIP, ambil formulir di Nasdem dan PSI), Lia Istifhama (ikut penyaringan di PDIP, ambil formulir di Nasdem) serta Ali Azhara (ambil formulir di Nasdem dan PSI).

Sedangkan Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans, meski gencar disebut-sebut bakal maju, hingga kini Jubir Khofifah-Emil Dardak di Pilgub Jatim 2018 itu tak kunjung declare.

Meski demikian, sahabat dan barisan relawan Gus Hans, sudah berinisiatif mengambilkan formulir lewat penjaringan Partai Nasdem dan konvensi di PSI.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya, Khofifah