Dwi Astuti Sebut Dijanjikan Musyafak 5 Kursi PKB, Asal..

JANJI PKB: Dwi Astuti, dijanjikan lim akursi PKB asal dapat lima kursi tambahan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PILWALI SURABAYA: Dwi Astuti, sebut dijanjikan lim akursi PKB asal dapat lima kursi tambahan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Dwi Astuti tersenyum semringah, saat ditanya Barometerjatim.com soal rajutan komunikasi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk ‘tiket’ maju di Pilwali Surabaya 2020.

Alhamdulillah, sepertinya sudah pada tahu kayaknya. Saya sudah ketemu Pak Musyafak (Ketua DPC PKB Surabaya, Musyafak Rouf),” katanya usai menghadiri pelantikan pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jatim di Surabaya, Kamis (3/10/2019) sore.

“Tapi saya, insyaallah juga ingin ketemu Gus Halim (Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar), saya ingin ketemu Gus Halim. Dan juga saya ingin sih ketemu dengan Pak Muhaimin (Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar),” sambungnya.

Namun komunikasi dengan PKB, lanjut Dwi, saat ini masih berproses di Musyafak dan sudah dua kali bertemu secara informal.

Insyaallah beliau juga memberikan support kepada saya, akan memberikan lima kursi (PKB) ini jika Dwi Astuti mendapatkan lima kursi lagi berikutnya, dan itu ada videonya,” ungkapnya.

Yakin dengan janji Musyafak? Dwi yakin Musyafak tipe politikus serius, sehingga walaupun di luar ada bahasa yang ‘miring’, dia tetap memandang sedang berhadapan dengan orang yang postif. “Bahasa Jawanya wong temenan,” tandasnya.

Bagi perempuan yang wakil sekretaris PW Muslimat NU Jatim tersebut, urusan politik tidak bisa dibuat main-main. Kalau Musyafak sudah mengatakan akan ‘memberikan’ lima kursi PKB, dia yakin akan diwujudkannya.

“Karena bahasanya cukup luar biasa, pakai menyebut asma Allah juga. Jadi bagi saya itu adalah sesuatu yang sungguhan,” ujarnya.

“Namun secara formal saya memang belum bertemu beliau, ke kantornya belum. Tapi kalau ketemu non formal dengan beliau sudah dua kali,” jelasnya.

Tak hanya dengan PKB, Dwi juga menyebut dirinya intens merajut komunikasi dengan enam Parpol lainnya, yakni PDIP, Nasdem dan PSI (di tiga Parpol ini Dwi ikut penjaringan), serta PAN, PKS dan PPP.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya, PKB