PPKM Jadi Skala Mikro, Jatim Sudah Punya Kampung Tangguh

PEMULASARAN JENAZAH: Kampung Tangguh Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PEMULASARAN JENAZAH: Kampung Tangguh Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

MADIUN, Barometerjatim.com – Setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari 26 Januari sampai 8 Februari 2021 dinilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak efektif, kini pemerintah mengubah PPKM menjadi skala mikro mulai 9 hingga 22 Februari 2021.

Bagaimana kesiapan Jatim? “Kami berkomitmen melaksanakan PPKM Mikro melalui salah satu embrio yang dimiliki sejak delapan bulan lalu, yaitu Kampung Tangguh,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa usai tinjau Kampung Tangguh Semeru, Desa Ngale, Kecamatan Pilang Kenceng, Kabupaten Madiun, Minggu (7/2/2021).

Khofifah menjelaskan, Kampung Tangguh merupakan inovasi yang bentuk Polda Jatim bersama dengan dukungan Pemprov Jatim, Kodam V Brawijaya, Pemkab/Pemkot, serta perguruan tinggi,  untuk menciptakan satuan terkecil berbasis partisipasi masyarakat untuk bergotong-royong dalam penanganan Covid-19.

Inovasi tersebut, disebut Khofifah sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO/World Health Organization) bahwa penanganan Covid-19 harus dapat melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Kampung Tangguh sendiri dapat berbasis RT, RW,  kelurahan maupun desa.

“Kampung Tangguh yang sudah ada di Jatim ini, tentunya adalah suatu bentuk kearifan lokal yang akan membantu masyarakat melaksanakan edukasi protokol kesehatan Covid-19,” katanya.

Ditambahkan Khofifah, kebersamaan dalam pelaksanaan Kampung Tangguh juga akan menciptakan empathy building dan social bonding dalam pelaksanaan PPKM Mikro serta memutus mata rantai penularan Covid-19.

Merujuk data emprov Jatim, per 7 Februari 2021, jumlah Kampung Tangguh yang ada di Jatim mencapai 3.160 dan akan terus bertambah.

Tindak Lanjut PPKM

BERI DAN AMBIL: Kampung Tangguh Dusun Bolo, Desa Bolorejo, Kec. , Kabupaten Tulungagung. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
BERI DAN AMBIL: Kampung Tangguh Dusun Bolo, Desa Bolorejo, Kec. , Kabupaten Tulungagung. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 3 Tahun 2021, Jatim termasuk daerah yang mendapatkan instruksi untuk pelakanan PPKM Mikro dengan daerah prioritas Malang Raya, Surabaya Raya, dan Madiun Raya.

PPKM Mikro ini ditempuh sebagai tindak lanjut dari PPKM yang sudah digelar sebanyak dua periode, terhitung sejak 12 Januari dan akan berakhir 8 Februari 2021.

Dirjen Bina Administrasi Wilayah Kemendagri, Safrizal, dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang ditayangkan YouTube Pusdalops BNPB, mengatakan, selama dua periode PPKM, penularan Covid-19 belum berhasil diturunkan sehingga perlu dilakukan pembatasan dengan skala yang lebih kecil.

“Kami harapkan pelaksanaan PPKM Mikro ini nantinya bisa berjalan lancar di Jatim. Tentunya dengan dukungan seluruh elemen baik TNI, Polri, serta masyarakat,” harap Khofifah.

“Utamanya, dengan terus memperkuat dan memberdayakan keberadaan Kampung Tangguh yang memang sudah kita terapkan di Jatim,” tandasnya.

Terkait PPKM di Jatim, Khofifah menyebut sebenarnya menujukkan hasil yang relatif signifikan dengan penurunan zona merah hingga tinggal dua kabupaten/kota.

Begitu pula dengan BOR (Bed Occupancy Rate) isolasi biasa yang telah menurun, dari saat PPKM dimulai tercatat 79 persen menjadi 55 persen. Sedangkan BOR ICU yang semula tercatat 73 persen saat ini menjadi 67 persen.

EMBRIO PPKM MIKRO: Kampung Tangguh, embrio PPKM skala mikro berbasis partisipasi warga. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
EMBRIO PPKM MIKRO: Kampung Tangguh, embrio PPKM skala mikro berbasis partisipasi warga. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

» Baca Berita Terkait Wabah Corona