Duh! Ekonomi Jatim Terkontraksi Lebih Dalam dari Nasional

TERKONTRAKSI DALAM: Secara kumulatif sepanjang 2020 ekonomi Jatim terkontraksi cukup dalam 2,39 persen. | Grafis: BPS Jatim
TERKONTRAKSI DALAM: Secara kumulatif sepanjang 2020 ekonomi Jatim terkontraksi cukup dalam 2,39 persen. | Grafis: BPS Jatim

SURABAYA, Barometerjatim.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim membeber, sepanjang 2020 ekonomi di Jatim — provinsi yang dipimpin Gubernur Khofifah Indar Parawansa — terkontraksi cukup dalam: 2,39 persen (c-to-c).

“Secara kumulatif, ekonomi Jatim terkontraksi lebih dalam bila dibandingkan ekonomi nasional yang tekontaksi sebesar 2,02 persen,” tutur Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan dalam rilisnya secara virtual, Jumat (5/2/2020).

Kemudian secara y-on-y pada triwulan IV 2020 terkontraksi 2,64%. Artinya, terjadi terjun bebas bila dibandingkan dengan capaian di periode yang sama pada 2019 sebesar 5,42%.

“Jadi selama periode 2017 sampai 2020, triwulan I khususnya, pertumbuhan ekonomi tumbuh positif. Selanjutnya pada triwulan II sampai dengan IV 2020 mengalami kontraksi, dimana terjadi perubahan pola bila dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya,” paparnya.

Menurut Dadang, hal itu disebabkan sebagian besar kategori lapangan usaha mengalami pertumbuhan negatif akibat pandemi Covid-19. “Secara q-to-q (antarkuartal) ekonomi Jatim pada triwulan IV 2020 hingga terkontraksi sebesar 0,94%,” ujarnya.

Pemicu terjadinya kontraksi, terang Dadang, yakni sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, kemudian konstruksi. Dia mencontohkan sektor pertanian kontraksi, karena masa panen raya beberapa komoditas sudah lewat.

“Produksi pangan dan hortikulura ini mengalami kontraksi, demikian pula dengan tanaman perkebunan. Sementara perikanan, budi saya, ini masih memasuki tebar benih,” ujarnya.

Sebaliknya, secara q-to-q, pertumbuhan tertinggi dicapai kategori pertambagan dan penggalian, tercatat 13,92 persen. “Hal ini dipicu oleh permintaan komoditas pertambangan. Seiring pulihnya ekonomi beberapa negara meningkat, ekspor migas ke luar negeri meningkat 99 persen,” tuntasnya.

"<yoastmark

» Baca Berita Terkait BPS Jatim