Temuan Komisi A: RS Covid-19 Cito Tak Kantongi Izin Apapun!

TAK BERIZIN: Camelia Habibah dan rombongan Komisi A tinjau rencana RS Covid-19 di Mal Cito. | Foto: Barometerjatim.com /ABDILLAH
TAK BERIZIN: Camelia Habibah dan rombongan Komisi A tinjau rencana RS Covid-19 di Mal Cito. | Foto: Barometerjatim.com /ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Di tengah penolakan Perkumpulan Penghuni Pemilik dan Pedagang (P4), Manajemen Rumah Sakit (RS) Siloam tetap berencana membuka RS khusus pasien Covid-19 di area Mal City of Tomorrow (Cito) Surabaya, Senin, 8 Februari 2021.

Tapi RS khusus pasien Covid-19 tersebut, ternyata belum mengantongi satu pun perizinan. Hal itu terungkap usai Komisi A DPRD Surabaya melakukan sidak ke area Cito, Kamis (4/2/2021).

“Ternyata, rumah sakit ini belum mengantongi izin apapun. Kami Komisi A minta tidak opening tanggal 8, rencananya tanggal 8 ada pembukaan RS,” kata Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Camelia Habibah.

“Kami minta kepada pihak RS, pengelola Lippo, dan mereka sudah mengiyakan. Insyaallah Senin, tanggal 8 tidak jadi dibuka RS-nya karena seluruh proses perizinan belum dikantongi,” sambungnya.

Terkait rencana pembukaan RS Covid-19 di Cito ini, lanjut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, masih akan menunggu hasil rapat berkelanjutan di Komisi A dengan pihak perizinan.

“Dengan dinas teknis, pihak Dinas Kesehatan, LH, Cipta Karya, dan juga pihak pengembang untuk lebih lanjut rapat di Komisi A. Kami meminta juga untuk menghentikan segala aktivitas sementara, sampai rapat Senin kita gelar di Komisi A,” katanya.

Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Imam Syafi’i menambahkan, soal belum adanya satu pun perizinan bahkan disampaikan Pimpronya sendiri, drg Sian Tjoe.

“Dia hanya mengatakan, karena dimintai tolong oleh Kemenkes dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk menyediakan ruang perawatan Covid-19, itu saja,” katanya.

Sedangkan izinnya akan diurus secara paralel. Tapi Komisi A tidak ingin RS Covid-19 tersebut justru merugikan, terutama nanti bisa berdampak pada keselamatan warga sekitar.

“Karena itu, hari ini kami minta semua dihentikan juga, termasuk rencama pengoperasian tanggal 8 sampai semuanya clear,” ucap politikus Partai Nasdem tersebut.

Komisi A, lanjut Imam, masih ingin tahu izin-izinnya beres atau tidak. “Sebelum izinnya beres jangan dioperasikan. Ngomong izin tentunya terkait dengan aspek-aspek keselamatan, karena itu akan kita kawal bersama-sama,” katanya.

“Jangan sampai niat baik ini tidak dilakukan dengan cara-cara yang tidak baik, tidak patut, sehingga yang rugi adalah masyarakat banyak,” tuntas Imam.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona