Gerindra: Koalisi Besar Head to Head Lawan PDIP Lebih Ramai!

PILWALI SURABAYA: Bagiyon, Pilwali Surabaya lebih ramai kalau koalisi besar Parpol lawan PDIP. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PILWALI SURABAYA: Bagiyon, Pilwali Surabaya lebih ramai kalau koalisi besar Parpol lawan PDIP. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Bermodal lima kursi, Partai Gerindra siap berkoalisi atau berhadapan dengan Parpol manapun di Pilwali Surabaya 2020, termasuk menggalang koalisi besar Parpol untuk head to head melawan PDIP — ‘penguasa’ Kota Pahlawan sejak era reformasi.

“Di Surabaya ini sangat cair. Mudah-mudahan awal Januari, itu kan janjinya yang di sebelah sudah mengumumkan (rekomendasi). Jadi nanti kita lihat seperti apa kondisinya,” kata Ketua Tim Penjaringan Bacawali DPC Partai Gerindra Surabaya, Bagiyon di Surabaya, Selasa (31/12/2019).

Artinya Gerindra siap berkoalisi dengan PDIP? “Semua itu kan nanti tergantung. Makanya kita lihat, PDIP itu yang diberangkatkan siapa sih, internal (kader) apa eksternal, itu kan jadi catatan kita,” katanya.

“Walaupun kemungkinanya itu eksternal, berarti kan di dalam sendiri belum tentu solid. Ini akan kita lihat nanti, kemungkinannya seperti apa, karena di PDIP kan ada tiga faksi yang kita tahu. Makanya kita sama-sama nunggulah,” sambungnya.

Kalau akhirnya Gerindra bersama koalisi besar Parpol head to head dengan PDIP? “Oh enggak ada masalah. Menurut kami itu lebih fair, biar ramailah! Jadi kontestasinya itu lebih berbobot kalau bisa head to head,” tegasnya.

Bukan berarti, tandas Bagiyon yang juga wakil sekretaris DPC Partai Gerindra Surabaya, “Kalau Pak Prabowo sama Bu Mega sudah duduk bareng, semua di bawah akan seperti itu? Ndak juga! Kan di bawah itu cair juga.”

Namun Gerindra, tutur Bagiyon, sekali lagi, masih menunggu siapa yang akan diusung PDIP. “Kan harus jelas dulu, dan selama ini mereka kan sangat pede bisa tanpa koalisi kan? Itu hak mereka, monggo,” katanya.

Apalagi selama ini Gerindra selalu menjalin hubungan dengan semua Parpol. “Semua Parpol kita rangkul, supaya nanti kemungkinannya merah (PDIP) ingin sendiri ya kita berupaya bersama-sama malahan kan gitu, menggalang kekuatan bersama,” katanya.

“Kita tampani (terima) semua, kita rangkul semua, malah lebih seru menurut saya. Tapi semua kembali lagi, calon nanti yang akan direkom itu siapa, itu baru bisa ditentukan. Ini murni head to head atau ada poros lain,” imbuhnya.

Masih Wait and See

Ditanya kapan terakhir Gerindra berkomunikasi dengan PDIP, Bagiyon menyebut saat ‘menata’ alat kelengkapan DPRD Surabaya. Setelah itu kedua partai lebih banyak wait and see.

Pada saat kelengkapan kita memang ada komunikasi, ada posisi-posisi yang bisa kita rundingkan dan berhasil. Tapi setelah itu kelihatannya vakum, dia juga wait and see. Bahkan bebarapa pengurus terasnya masih menunggu dari pusat,” bebernya.

Jadi soal Pilwali Surabaya belum ada titik temu untuk berkoalisi dengan PDIP? “Belum, belum. Makanya saya katakan masih cair. Cair itu artinya kita bisa dengan PDIP, bisa dengan yang lain dan itu sah-sah saja, enggak ada masalah,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya, BF Sutadi juga menyebut pihaknya dan PDIP sudah terbangun komunikasi yang dimulai saat menata alat kelengkapan DPRD Surabaya.

“Kan Gerindra dapat ketua komisi, wakil ketua komisi, ini satu bukti bahwa kita sudah mencair,” kata Sutadi saat menerima Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans yang mendaftar penjaringan di kantor Gerindra Surabaya, 14 November 2019.

“Tapi hari ini kalau faktanya teman-teman PDIP kemungkinan itu (mengusung calon sendirian di Pilwali Surabaya) tentu kami sangat terbuka,” imbuhnya.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya