Pilwali Surabaya, Machfud Arifin Diminta Tak Politisasi LPMK

PILWALI SURABAYA: Pernyataan bersama ketua LPMK, Senin (24/8/2020). Minta LPMK tak dipolitisasi. | Foto: IST
PILWALI SURABAYA: Pernyataan bersama ketua LPMK, Senin (24/8/2020). Minta LPMK tak dipolitisasi. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pertemuan bakal calon wali kota Surabaya, Machfud Arifin dengan sejumlah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Surabaya yang berujung deklarasi dukungan di Pilwali 2020 menuai protes.

Protes dilayangkan Ketua Forum Komunikasi LPMK se-Surabaya, Moch Unsi Fauzi. Bahkan, secara tegas, dia meminta Machfud tidak mempolitisasi LPMK untuk kepentingan Pilwali Surabaya. Apalagi anggota LPMK yang hadir hanya sedikit.

“Tidak boleh memakai nama LPMK. Se-Surabaya ini ada 154 LPMK, sedangkan yang hadir di acara Machfud Arifin kemarin itu sangat sedikit,” kata Fauzi dalam pernyataan bersama ketua LPMK lainnya, Senin (24/8/2020).

“Itu pun lebih dari separuhnya sudah bukan anggota LPMK lagi, tapi alumni, mantan anggota LPMK yang jadi simpatisan. Banyak juga orang luar LPMK,” sambungnya.

Bahkan, sebut Fauzi, kebanyakan LPMK yang kebetulan datang di acara Machfud, khususnya para ketua merasa menyesal. “Jarene gak onok dukung-dukungan (katanya tidak ada dukung mendukung di Pilwali), begitu kata mereka,” ujarnya.

Selebihnya, Fauzi menegaskan, selama ini LPMK selalu bersikap netral, ibaratnya menjadi DPR-nya kelurahan. “Aturannya boleh anggota LPMK masuk wadah politik, tapi secara perseorangan, bukan LPMK secara kelembagaan,” katanya.

“Jadi jangan ada calon wali kota yang mempolitisasi kelembagaan LPMK, itu tidak beretika!” tegas Fauzi.

Dia mencontohkan dirinya yang sama sekali tak pernah membawa-bawa nama LPMK. “Saya mendukung Eri Cahyadi sebagai calon wali kota, tapi saya enggak pernah sekali pun pakai nama LPMK,” katanya.

“Tapi pribadi, bersama teman-teman LPMK yang lain, bikin Sahabat Eri (SAE). Anggota SAE pun kebanyakan ya LPMK, hampir semuanya ikut. Tapi ya itu tadi, tak ada itu yang namanya bawa-bawa lembaga LPMK, murni pribadi,” tandasnya.

“Jangan ada calon wali kota yang mempolitisasi kelembagaan LPMK, itu tidak beretika!”

Seperti diberitakan sejumlah media online, Minggu (23/8/2020), Machfud mendapat tambahan kekuatan dari LPMK untuk berkontestasi di Pilwali Surabaya 2020 lewat deklarasi dukungan di Hotel Mercure, Surabaya.

Di hadapan Machfud, sejumlah LPMK tersebut berkeluh kesah soal kondisi Surabaya — terutama perhatian dari Pemkot Surabaya — dan berharap ada perbaikan jika Machfud terpilih menjadi wali kota.

Selain itu, ketua LPMK yang hadir merasa lembaganya tidak diberi ruang, terlebih dalam pengambilan kebijakan yang berdampak pada masyarakat kampung.

”Kita ini dibentuk sebagai tokoh masyarakat, sebagai mitra lurah, tapi tidak pernah dilibatkan dalam pengambilan kebijakan,” beber Ketua LPMK Pacar Kembang, Gunawan Bandoro.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya