Pilkada 2020, Gerindra Buka Penjaringan Hanya Lewat DPC!

HANYA LEWAT DPC: Soepriyatno (kanan) dan Anwar Sadad, Gerindra jaring calon kepala daerah. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
HANYA LEWAT DPC: Soepriyatno (kanan) dan Anwar Sadad, Gerindra jaring calon kepala daerah. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Selama 22 hari, 25 Oktober hingga 15 November 2019, Partai Gerindra secara nasional membuka pendaftaran penjaringan kepala dan wakil kepala daerah untuk Pilkada serentak 2020.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jatim, Soepriyatno menuturkan, mekanisme penjaringan yang dilakukan partainya dari bawah alias pendaftaran hanya dilakukan di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) atau tingkat kabupaten/kota.

“Kita (DPD/provinsi) tidak membuka pendaftaran. Cuma kantor DPD ini, kan ada kadang-kadang yang melamar, silakan! Tapi lamaran itu kita kasihkan kepada DPC,” katanya kepada wartawan di kantor DPD Partai Gerindra Jatim, Jalan Gayungsari Barat, Surabaya, Rabu (23/10/2019) malam.

Apakah pendaftaran bisa dilakukan lewat Dewan Pimpinan Pusat (DPP)? “DPP enggak. Kalau ada di DPP kita pasti dikasih tahu. Jadi formalitasnya hanya di DPC, DPD enggak buka pendaftaran. Pendaftaran gratis, tidak dikenakan biaya apapun,” tegasnya.

Nah, setelah DPC menggelar pendaftaran, terang Soepriyatno, hasilnya kemudian diserahkan ke DPP untuk dilakukan penilaian. Awal Desember, DPD akan menyerahkan hasil penilaian ke DPP.

“Kemudian DPP dan DPD akan membahas, siapa calon yang akan ikut berlaga atau berkontestasi pada 2020,” ujar Soepriyatno didampingi Anwar Sadad (sekretaris) dan Hidayat (anggota DPRD Jatim dari Gerindra).

Soal pendaftar yang diprioritaskan, Soepriyatno menyebut tentu saja kader, dengan catatan harus mumpuni untuk diusung bisa sebagai calon bupati/wakil bupati atau calon wali kota/wakil wali kota.

Namun Gerindra sangat fleksibel. Jika ada tokoh atau figur dari masyarakat umum lebih mumpuni daripada kader, maka dialah yang akan diprioritaskan.

Sementara ditanya soal koalisi, Soepriyatno memastikan tidak harus sama dengan di Pilpres 2019. Khusus di Pilkada sangat cair, Gerindra siap berkoalisi dengan Parpol manapun.

“Kalau memang ada PDIP di situ, kita bisa bersinergi dengan PDIP, atau dengan Golkar, PKB. Jadi tidak ada keharusan kita memilih koalisi dalam Pilkada,” ucapnya.

» Baca Berita Terkait Pilkada 2020, Gerindra