JKSN Tepis Tak Dukung Calon Berwajah NU: Gibran Itu Putra Jokowi, Presiden Paling NU setelah Gus Dur!

| -
JKSN Tepis Tak Dukung Calon Berwajah NU: Gibran Itu Putra Jokowi, Presiden Paling NU setelah Gus Dur!
PALING NU: Kiai Asep, Gibran anak Jokowi presiden paling NU setelah Gus Dur. | Foto: Barometerjatim.com/RTM

SURABAYA | Barometer Jatim – Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) yang siap keliling Indonesia memenangkan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, menepis tak mendukung pasangan calon 'berwajah' Nahdlatul Ulama (NU) di Pilpres 2024.

“Gibran itu putranya Pak Jokowi. Jokowi itu presiden paling NU setelah Gus Dur,” tegas Ketua Dewan Penasihat JKSN, KH Asep Saifuddin Chalim usai silaturahmi dan konsolidasi JKSN di Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah asuhannya di Jalan Siwalankerto Utara Surabaya, pekan lalu.

“Buktinya, melahirkan Hari Santri Nasional. Santrinya saja itu milik NU, apalagi hari yang 22 Oktober, itu milik NU. Hari Resolusi Jihad dimana ditetapkan fatwa fardu ain oleh Kiai Hasyim Asyari untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan apabila gugur hukumnya mati syahid,” jelasnya.

| Baca juga:

Artinya, dari tiga pasangan calon yang ada dan lebih dekat ke NU itu Prabowo-Gibran? “Ndak. Artinya Gibran itu putranya Pak Jokowi, presiden yang paling NU setelah Gus Dur. Jadi Pak Jokowi itu representasi NU, secara haliyah demikian,” terang Kiai Asep.

“Dan kemudian, dua pasangan yang lain itu ada NU-nya, tapi kan wakil. Sampeyan (wartawan) kan tahu wakil itu tidak mempunyai kebijakan. Wakil itu ban serep kalau dipakai,” tandasnya.

Selain faktor Gibran anak Jokowi, alasan lain JKSN mendukung Prabowo-Gibran yakni untuk menyelamatkan Indonesia dari ancaman global, ancaman internasional.

“Jika sampai terjadi perang dunia ketiga, maka yang paling punya kompetensi, keahlian, untuk mengatasi itu, menempatkan Indonesia pada posisi yang benar dan menyelamatkan Indonesia adalah pasangan Prabowo-Gibran. Beliau (Prabowo) jenderal yang kemudian di belakangnya ada Pak Jokowi,” katanya.

| Baca juga:

Selain itu, lanjut Kiai Asep, ancaman disintegrasi. "Sama, yang punya kompetensi untuk mengatasi jangan sampai Indonesia kembali terjadi disintegrasi. Pengalaman kita kan panjang, ada Timor Timor dan apalagi sekarang ada Papua yang kayak begitu. Ini yang punya kompetensi untuk itu adalah Pak Prabowo-Gibran,” ujarnya.

Lalu ancaman ideologis. Menurut Kiai Asep, siapa yang setia terhadap ideologi bangsa dari tahun ke tahun, yakni TNI dan NU. “Nah ini harus ada kekuatan besar TNI dan NU menyadari itu semua, memiliki tanggung jawab untuk menyelamatkan Indonesia dari ancaman ideologi bangsa,” katanya.

Berikutnya, tandas Kiai Asep, jangan cuma jadi hayalan untuk membuat Indonesia maju, adil dan makmur, tapi harus segera direalisasikan.

“Nah yang paling jelas programnya untuk mewujudkan Indonesia makmur, rakyatnya bisa makan, bisa sekolah, kalau sakit bisa diobatkan dan seterusnya, itu Prabowo-Gibran,” pungkasnya.{*}

| Baca berita Pilpres 2024. Baca tulisan terukur Retna Mahya | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.