Lia Istifhama, Berlian yang Layak Diperebutkan Machfud dan PDIP!

PILWALI SURABAYA: Yusub Hidayat sebut Lia Istifhama layak diperebutkan di Pilwali Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PILWALI SURABAYA: Yusub Hidayat sebut Lia Istifhama layak diperebutkan di Pilwali Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Dinamika Pilwali Surabaya 2020 tak lagi soal calon wali kota (L1), tapi justru menghangat untuk posisi calon wakil wali kota (L2).

Maklum, urusan L1 hampir pasti bakal menyuguhkan pertarungan Machfud Arifin yang didukung arus besar Parpol versus kandidat dari PDIP, plus ‘bumbu’ satu pasangan dari jalur perseorangan Mohammad Yasin-Gunawan.

Maka yang dibutuhkan Machfud dan calon dari PDIP — rekomendasi disebut-sebut akan jatuh ke Whisnu Sakti Buana — adalah sosok L2 yang bisa mendulang suara, bukan malah menjadi beban.

Dari kandidat L2 yang bermunculan, siapa yang layak diperebutkan dua arus besar di Pilwali Surabaya 2020?

“Semua tim pemenangan pasti akan menyebut kandidat yang didukungnya layak diperebutkan, tapi hanya Ning Lia Istifhama yang memiliki modal komplet untuk diperbutkan,” kata Ketua Tim Relawan Lia Istifhama, Yusub Hidayat di Surabaya, Sabtu (11/7/2020) malam.

Dari sisi PDIP, apalagi kalau rekomendasi diberikan ke Whisnu, menurut Yusub, yang dibutuhkan untuk mengalahkan Machfud harus sosok perempuan yang luar biasa.

“Bisa mewakili milenial, mewakili religius, mewakili kelompok Islam, dan itu adalah Ning Lia. Koalisi besar Parpol Pak Machfud hanya bisa dikalahkan calon PDIP dengan hadirnya Ning Lia. Tapi jika salah mengambil wakil, saya rasa Pilwali sudah selesai,” paparnya.

Lain cerita kalau Ning Lia yang keponakan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa itu dipasangkan dengan siapa pun calon dari PDIP, maka Pilwali Surabaya 2020 akan menyuguhkan pertarungan yang sengit.

“Sebab Ning Lia mempunyai basis akar rumput cukup kuat, ada kekuatan ideologis yang sudah dibangun lama sebenarnya oleh ayahandanya, KH Masjkur Hasjim,” ucap Yusub.

Lagi pula, lanjut Yusub, Ning Lia dari awal berproses di Surabaya, baik urusan pendidikan, karir, dan lainnya. “Arek Suroboyo, sosok milenial, representsi kelompok ijo yang punya kekuatan komunikasi dengan kekuatan semua kelompok Islam,” katanya.

Pun demikian dari sisi Mchfud. Ning Lia dibutuhkan, karena selain representasi perempuan, milenial, dan kelompok ijo, juga memiliki kekuatan di akar rumput yang selama ini menjadi basis PDIP.

“Dengan multikultural-nya, multietnis-nya, Ning Lia sangat bisa diterima semua kalangan. Tapi jika salah memilih pendamping, Pak Machfud bisa berujung blunder. Jadi Ning Lia ini memang berlian yang layak diperebutkan,” tandasnya.

Terlebih, dari hasil survei terbaru yang diterimanya, menurut Yusub, Ning Lia merupakan sosok menarik dengan elektabilitas cukup bagus.

“Ning Lia ini bersanding dengan siapa pun, bisa menaikkan elektabilitas calon yang digandengnya, mendulang suara, bukan malah jadi beban,” tuntas Yusub.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya