Layanan Lumbung Pangan Jatim Diperluas, Tersisa 5 Daerah

PERLUAS LAYANAN: Layanan Lumbung Pangan Jatim diperluas, tersisa lima daerah. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PERLUAS LAYANAN: Layanan Lumbung Pangan Jatim diperluas, tersisa lima daerah. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tak perlu menunggu lama. Pengelola Lumbung Pangan Jatim terus memperluas layanannya pada masyarakat. Hingga Kamis (30/7/2020) sudah menyasar 33 dari total 38 kabupaten/kota di Jatim.

Semula, layanan hanya dinikmati masyarakat Surabaya. Lalu meluas ke Sidoarjo dan Gresik. Kemudian berlanjut ke wilayah Pasuruan, Bangkalan, Madiun, Bojonegoro dan sekitarnya hingga mencapai 28 daerah.

Dengan tambahan lima lagi wilayah yang dilayani, yakni Banyuwangi, Situbondo, Sumenep, Sampang, dan Pamekasan, maka kini tersisa lima daerah.

Ditargetkan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, seluruh (38) kabupaten/kota di Jatim terlayani program Lumbung Pangan Jatim pada 6 Agustus 2020.

Khofifah juga berharap lima daerah baru itu benar-benar memanfaatkan program Lumbung Pangan Jatim. “Bisa belanja bahan pokok dengan harga terjangkau dan bebas ongkos kirim,” katanya di Surabaya, Jumat (31/7/2020).

Menurut mantan Menteri Sosial itu, perluasan daerah ini dilakukan utamanya di daerah yang pasarnya menjadi sampling survei Badan Pusat Statistik (BPS).

Karena itu, di seluruh daerah sasaran diupayakan ada penyediaan sembako dengan harga murah lewat Lumbung Pangan Jatim untuk menjaga stabilitas harga.

Merujuk data yang ada, antusiasme warga Jatim dalam mengakses layanan sembako murah free ongkir ini cukup besar. Bahkan yang beli lewat online jauh lebih banyak dibandingkan yang belanja offline.

Kemarin, misalnya. Transaksi online free ongkir mencapai 361. Rata-rata transaksi belanja online berkisar antara 300 hingga 360 pembelian dalam sehari. Sedangkan yang offline antara 150 hingga 200 pembelian dalam sehari.

Hal ini membuat omzet dalam kurun 21 Juli hingga 29 Juli 2020 di Lumbung Pangan Jatim mencapai Rp 632 juta. Komoditas yang paling diminati yakni gula dengan rata-rata terjual 2 ton dalam sehari. Lalu beras rata-rata terjual 1 ton dalam sehari.

Disusul komoditas minyak goreng, mie instan, telur, bawang putih, ayam karkas, sirup, ikan dan juga frozen food.

Khofifah menandaskan, program ini juga selaras dengan upaya pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19) karena masyarakat tidak perlu datang ke lokasi.

Cukup memesan melalui online, barang yang dipesan akan dikirim di hari berikutnya. Proses pengiriman pun tidak dikenakan biaya.

Pembelian secara online, kata Khofifah, untuk menghindarkan pertemuan penjual dan pembeli. Secara tidak langsung keduanya mewujudkan social/physical distancing.

“Selain lebih aman juga murah. Secepatnya, lima daerah itu mendapat layanan yang sama dengan daerah lainnya,” pinta Khofifah.

Diperpanjang hingga Desember

LEBIH MURAH: Masyarakat mendapatkan layanan dari Lumbung Pangan Jatim dengan free Ongkir. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
LEBIH MURAH: Masyarakat dapat layanan dari Lumbung Pangan Jatim dengan free ongkir. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Lumbung Pangan Jatim dimulai sejak 21 April 2020. Menurut rencana, program yang menyabet juara lomba inovasi Kemendagri itu berakhir 21 Juli lalu. Namun Pemprov Jatim memperpanjang hingga akhir Desember 2020.

Pertimbangannya, Lumbung Pangan Jatim terbukti mampu menjaga stabilitas harga bahan pokok di Jatim, utamanya di masa pandemi Covid-19.

“Kami siap melaksanakan apa yang ditetapkan pemerintah,” kata Erlangga Satriagung, pengelola Lumbung Pangan Jatim.

Menurut Erlangga, lumbung pangan tak hanya memastikan stok bahan pangan pokok tapi juga menyerap produk petani di Jatim. “Kami memberdayakan petani dan supplier dari Jatim,” ujarnya.

Tercatat, sejak dioperasionalkan 21 April hingga 29 Juli 2020, Lumbung Pangan Jatim telah menyerap 265,53 ton beras dari petani dengan nilai Rp 2,77 miliar.

“Penyediaan beras di Lumbung Pangan Jatim dari petani terus dilakukan hingga sekarang,” kata Erlangga.

» Baca Berita Terkait Lumbung Pangan Jatim