Bambang DH: Lumbung Pangan Jatim Kalau Bisa Jadi BUMD

LUMBUNG PANGAN JATIM: ManFaat besar Lumbung Pangan Jatim, diharapkan usai pandemi jadi BUMD. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
MANFAAT BESAR: Lumbung Pangan Jatim diharapkan Bambang DH menjadi BUMD usai pandemi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Mantan Wali Kota Surabaya, Bambang Dwi Hartono (DH) mendorong agar Lumbung Pangan Jatim tidak hanya beroperasi saat pandemi Corona (Covid-19) saja.

Tapi lebih dikembangkan lagi, karena kehadirannya dibutuhkan di Jatim untuk mengontrol stabilitas harga pangan dan bisa mendatangkan multiplayer positif bagi masyarakat.

“Kalau bisa program ini harus sustain, malah kalau bisa menjadi suatu lembaga entah bentuknya BUMD atau seperti apa, agar kemanfaatan untuk masyarakat dalam mengakses pangan murah dan berlimpah bisa terjaga,” katanya, Jumat (12/6/2020).

Bambang DH sendiri sudah merasakan kemudahan Lumbung Pangan Jatim. Selama Covid-19, berulang kali dia melakukan pemesanan paket sembako untuk dibagikan ke masyarakat yang belum mendapatkan intervensi dari pemerintah.

“Kami total membeli paket sembako hingga 2.000-an pack. Dan itu kami distribusikan ke banyak wilayah di Kota Surabaya dan juga Kabupaten Sidoarjo. Dari Lumbung Pangan ini sangat membantu karena ketersediaan komoditas terjamin,” katanya.

Terlebih selama ini, Bambang DH menyebut kerap terjadi fluktuasi harga pangan. Seperti kenaikan harga gula, kenaikan harga telur, menurunnya harga daging ayam, ataupun kenaikan harga komoditas yang lain.

Adanya fluktuasi harga komoditas pangan tersebut harus diatasi oleh pemerintah. Salah satunya dengan penyediaan lumbung pangan, karena pengaruhnya sangat besar.

Pengaruh pertama, jelas Bambang DH yang juga anggota DPR RI, bisa sebagai pengendali harga komoditas bahan pokok, sehingga spekulan yang berupaya menaikturunkan harga bisa dicegah.

“Dengan harga yang stabil, Lumbung Pangan Jatim akan turut membuat yang lain menyesuaikan, sehingga harga pangan di pasar akan terkontrol,” katanya.

Kedua, menurut politisi senior PDIP tersebut, selain masyarakat yang mendapatkan manfaat dengan keberadaan Lumbung Pangan Jatim ini juga para petani dan peternak.

Sebab ada komoditas beras, telur ayam, dan daging ayam disuplai di Lumbung Pangan Jatim ini yang diserap langsung oleh pemerintah. Sehingga mereka tidak lagi khawatir saat panen harga anjok, dan tidak khawatir untuk mencari tempat yang bisa menyerap.

“Program ini harus sustain, karena mestinya lumbung pangan menjadi penyangga petani di Jatim. Petani dipompa untuk terus tingkatkan produksi, harus diimbangi dengan perlindungan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga supaya tidak fluktuatif,” tegasnya.

Seperti diketahui, Lumbung Pangan Jatim adalah program yang diinisiasi Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa sejak 21 April 2020 dan akan berakhir 21 Juli 2020 mendatang.

Lumbung Pangan Jatim menjual 15 jenis komoditas pangan dengan harga murah di bawah harga pasar, serta menyediakan cara pembelian online dengan fasilitas gratis ongkos kirim (ongkir) untuk wilayah Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. Hingga 9 Juni 2020 transaksi mencapai Rp 5,6 miliar.

“Lumbung Pangan Jatim ini adalah sentra distribusi pangan, yang kami harapkan bisa memberikan multiplayer effect bagi masyarakat juga bagi petani,” kata Khofifah saat peluncuran.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona