Produksi Massal Hand Sanitizer, Jatim Kerahkan SMA-SMK

PERANGI CORONA: Khofifah dan Wahid Wahyudi, siap produksi hand sanitizer massal libatkan SMA-SMK. | Foto: Barometerjatim/ROY HS
PERANGI CORONA: Khofifah dan Wahid Wahyudi, siap produksi hand sanitizer massal libatkan SMA-SMK. | Foto: Barometerjatim/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tingginya permintaan hand sanitizer di Jatim untuk mencegah virus Corona (Covid-19), rupanya tak diimbangi dengan kapasitas produksi. Akibatnya, cairan pencuci tangan tersebut langka di pasaran. Kalaupun ada, harganya sangat mahal.

Situasi ini membuat Pemprov Jatim, akan memaksimalkan peran SMA double track dan SMK untuk memproduksi hand sanitizer secara massal dan akan dibagikan kepada masyarakat secara luas.

Menurut Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, ada 79 SMA double track dan 92 SMK di Jatim yang mempunyai kompetensi farmasi dan kimia industri. Selain membuat hand sanitizer juga sabun antiseptik yang seluruhnya ditujukan untuk memerangi pandemi Covid-19.

“Tadinya sendiri-sendiri. Nah, sekarang coba diorganisir oleh Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan agar kapasitas produksi dan kualitasnya bisa meningkat, sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (28/3/2020).

Apa yang dilakukan siswa SMA-SMK ini, tandas Khofifah, sudah sewajarnya mendapat apresiasi. Sebab, mereka secara tidak langsung membantu pemerintah dalam melawan Covid-19.

Di sisi lain, meski dibuat secara massal, lanjut Khofifah, komposisi dan cara pembuatannya tetap sesuai standar industri, sehingga mutu dan kualitasnya tetap terjamin.

Terutama terkait keamanan alkohol yang menjadi bahan baku utama pembuatan hand sanitizer. “Alkohol yang digunakan kategori food grade, sehingga aman dan menghindari potensi keracunan,” jelas Khofifah.

Sementara terkait bahan baku berupa alkohol, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi menegaskan Pemprov akan men-support penuh. “Sumber dana berasal dari dana BOS, BPOPP serta CSR,” katanya.

Wahid juga menggaransi, SMA double track dan SMK yang berkompetensi di bidang farmasi dan kimia industri dalam membuat produk, bakal dipandu guru yang kompeten.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona