Bantu Lawan Corona, 48 SMK di Jatim Produksi 2.500 Baju APD

BAJU APD: Wahid Wahyudi, meninjau produksi baju APD untuk mencegah virus Corona. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
CEGAH CORONA: Wahid Wahyudi, tinjau produksi baju APD  untuk cegah Corona di SMK 6 Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Seluruh elemen Jatim bergerak untuk mencegah virus Corona (Covid-19). Tak terkecuali SMK, baik negeri maupun swasta. Mereka berpartisipasi dengan cara membuat Alat Pelindung Diri (APD), terutama baju hazmat.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Wahid Wahyudi menuturkan, saat ini ada 48 SMK jurusan tata busana yang berpartisipasi dalam pembuatan baju APD.

“Dari 48 SMK ini sudah menghasilkan 2.500 APD, dan sudah diperbantukan ke masyarakat yang membutuhkan,” kata Wahid usai mengunjungi pembuatan baju APD dan masker di SMKN 6 Surabaya, Senin (6/4/2020).

Produksi baju APD tersebut, lanjut Wahid, sebetulnya masih diperbanyak lagi karena total ada 235 SMK jurusan tata busana di Jatim.

“Kalau per siswa bisa mambuat 3-5 APD, jika dirata-rata 30 saja per SMK per hari, maka ada 70 ribu APD yang bisa diproduksi oleh SMK,” katanya.

Jumlah 3-5 baju APD tersebut didasari dari produksi siswa SMKN 6 Surabaya. “Di jurusan atau kompetensi tata busana, per siswa bisa menghasilkan 3-5 buah baju APD,” terangnya.

Hanya saja, untuk penjahitan baju APD ini, SMK masih terkendala bahan baku. Karena itu, Wahid meminta semua pihak yang memiliki bahan dan perlu dibuatkan baju APD, dipersilakan menghubungi SMK yang ada jurusan tata busana.

Tak hanya membuat baju APD, SMK di Jatim juga sudah membuat jenis APD lainnya, misalkan masker. “Sampai hari ini sudah 27 ribu masker yang diperbantukan ke masyarakat, khususnya Jatim,” ujarnya.

Selain baju APD dan masker, SMK di Jatim juga memproduksi hand sanitizer dan sudah menghasilkan 4,7 ribu liter. Kemudian memproduksi disinfektan yang sampai hari ini sudah menghasilkan 4.800 liter.

“Saya bangga, sekaligus memberikan apresiasi kepada siswa SMK se-Jatim, baik negeri maupun swasta, karena sangat peduli.”

“Ada yang diberikan lewat Pemprov untuk disalurkan ke masyarakat, juga ada yang diberikan kepada Pemkab/Pemkot dimana SMK itu berada,” tandasnya.

“Ada pula lima SMK yang juga bisa menghasilkan room screening, dan sudah memberikan kepada masyarakat sebanyak 21 unit,” imbuhnya.

Wahid pun tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. “Saya bangga, sekaligus memberikan apresiasi kepada siswa SMK se-Jatim, baik negeri maupun swasta, karena sangat peduli,” katanya.

“Ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, dalam berpartisipasi menolak atau menjaga dari virus Covid-19,” sambungnya.

Selain itu, partisipasi dalam memerangi Covid-19, sekaligus praktikum riil yang hasilnya ditunggu masyarakat, sekaligus implementasi dari jargon yang selama ini digaungkan oleh SMK di Jatim.

“Yakni SMK bisa, SMK hebat, SMK bisa hebat, dan SMK memang hebat,” tegas Wahid sambil mengepalkan tangan penuh semangat.

Terkendala Bahan Baku

CEGAH CORONA: Wahid Wahyudi, melihat baju hazmat produksi siswa SMKN 6 Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
CEGAH CORONA: Wahid Wahyudi, melihat baju hazmat produksi siswa SMKN 6 Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Sementara Kepala SMKN 6 Surabaya, Bahrun menuturkan, semula pihaknya hanya menyiapkan masker. Tapi karena kebutuhan baju hazmat tak kalah mendesak, maka kedua APD tersebut diproduksi di sekolahnya.

“Kamis malam, kebetulan di Dinas Pendidikan ada bahan yang bisa dijahit. Saya sendiri yang mengambil karena kebetulan dekat. Paginya, Jumat, kita kerjakan bersama sekitar 43 anak. Ada yang saat itu hadir, ada yang diantar orang tuanya, katanya.

“Saya terima kasih kepada orang tua siswa, sehingga terbuatlah dalam dua hari itu 65 APD yang dibuat anak-anak SMKN 6,” sambungnya.

Sebetulnya, lanjut Bahrun, SMKN 6 sanggup mengerjakan pembuatan baju APD dalam jumlah lebih banyak lagi. Namun problemnya pada bahan baku, seperti yang disampaikan Wahid.

“Saat ini kebetulah bahan sudah habis. Bahkan Unesa (Universitas Negeri Surabaya) juga pesan ke kita 165 unit, tapi kita tidak ada bahan yang dikerjakan. Padahal ada sekitar 45 anak yang sudah kita siapkan,” katanya.

Pengerjaannya pun tak harus di sekolah, tapi bisa di rumah karena para siswa juga punya mesin jahit. “Kami siapkan potongan agar bisa dijahit di rumah,” tandas Bahrun.

UNTUK JATIM: Bahrun, SMKN 6 Surabaya partisipasi produksi baju APD dan masker. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
UNTUK JATIM: Bahrun, SMKN 6 Surabaya partisipasi produksi baju APD dan masker. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

» Baca Berita Terkait Wabah Corona