Hasto: PDIP Bersama Rakyat Jaga dan Lindungi Surabaya!

PILKADA 2020: Hasto Kristiyanto, konsolidasi sambut Pilkada serentak di kantor DPD PDIP Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PILKADA 2020: Hasto Kristiyanto, konsolidasi sambut Pilkada serentak di kantor DPD PDIP Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sejumlah daerah menjadi perhatian khusus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri pada Pilkada serentak 2020, 9 Desember mendatang. Salah satunya Kota Surabaya.

Hal ini tak lepas dari keberhasilan Wali Kota Tri Rismaharini alias Risma, dalam satu dekade memimpin Kota Pahlawan dan akan mengakhiri masa baktinya pada Februari 2021.

“Selama hampir 10 tahun Ibu Risma memimpin, Surabaya menjadi ikon begitu banyak identitas keberhasilan: Smart city, the green city, the cultural city, dan begitu banyak identitas lainnya,” kata Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto.

Pernyataan Hasto disampaikan saat jajaran DPP PDIP menggelar “Konsolidasi Organisasi Internal Partai” di kantor DPD PDIP Jatim, Minggu (30/8/2020), untuk menyambut Pilkada serentak 2020.

“Karena itulah, Surabaya akan dijaga dan dilindungi oleh anggota dan kader partai yang menyatu dengan rakyat untuk memenangkan Pilkada,” sambungnya.

Hasto mengatakan, untuk menjadi calon kepala daerah dari PDIP harus memenuhi kriteria ideologis Pancasilais serta memiliki kemampuan teknokratis guna menyelesaikan masalah rakyat.

“Atas dasar hal tersebut, PDIP tidak ingin Surabaya jatuh ke tangan yang salah. Jatuh kepada mereka yang hanya mengandalkan modal besar, dan di belakangnya berdiri mereka yang ingin mengubah tata kota hanya karena berburu kepentingan kapital,” paparnya.

Kepemimpinan ke depan Surabaya, lanjut Hasto, adalah kesinambungan visi dan misi sebagaimana sudah diletakkan oleh Wali Kota Surabaya sebelumnya, Bambang DH, Risma.

“Terutama kesinambungan harapan bagi wong cilik, agar Surabaya tetap dipimpin oleh mereka yang memiliki jiwa kerakyatan,” tegas Hasto.

Dengan pertimbangan itulah, Hasto diperintah Megawati ke Surabaya untuk melakukan konsolidasi. Dia datang bersama jajaran DPP, yakni Djarot Syaiful Hidayat, Risma, dan Arif Wibowo. Acara konsolidasi juga dihadiri Ketua PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono alias Awi.

Menang Butuh Modal Sosial

PILWALI SURABAYA 2020: Risma (kiri), untuk menang di Surabaya dibutuhkan modal sosial. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PILWALI SURABAYA 2020: Risma (kiri), untuk menang di Surabaya dibutuhkan modal sosial. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Dalam kesempatan itu, Hasto juga menegaskan tak ada ‘tarik tambang politik’ antara dirinya dengan Risma seperti digambarkan sejumlah media.

“Ada media tertentu yang menggambarkan kami ada drama tarik-menarik. Saya tidak tahu informasinya dari mana, karena tidak ada wawancara,” ujarnya.

Hasto menegaskan, dalam tubuh PDIP tidak ada tarik-menarik. Yang ada adalah upaya menarik dengan sekuat-kuatnya untuk kesejahteraan rakyat.

“Tidak ada tarik tambang politik di internal Partai. Yang ada adalah menarik rakyat agar bebas dari belenggu kemiskinan, ketidakadilan, dan kebodohan. Semua taat sepenuhnya kepada keputusan Ketua Umum Partai, Ibu Megawati Soekarnoputri,” ujarnya.

Sementara Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini yang juga ketua DPP PDIP menegaskan, untuk menang di Pilwali Surabaya 2020, dibutuhkan modal sosial yang jauh lebih penting ketimbang uang.

“Dan ciri kepemimpinan PDIP adalah selalu menyatu dengan rakyat di Surabaya,” ujar Risma.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya