Soal Rekom PDIP, Gus Hans: Bu Mega Punya Insting Linuwih!

REKOM PDIP: Gus Hans, sebut Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri punya insting politik linuwih. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PILWALI SURABAYA: Gus Hans, sebut Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri punya insting politik linuwih. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Rekomendasi PDIP untuk Pilwali Surabaya 2020 molor lagi. Spekulasi yang berkembang, DPP masih merampungkan pilihan di antara tiga pasangan ini: Whisnu Sakti Buana-Eri Cahyadi, Eri Cahyadi-Armuji hingga terbaru Whisnu-Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans).

Pasangan terakhir yang dinilai mencerminkan komposisi nasionalis-religius tersebut menguat, setelah Gus Hans diberi ‘jalur khusus’ untuk mendaftar sebagai bakal calon wakil wali kota lewat penjaringan DPP.

Ditanya terkait rekomendasi PDIP yang belum juga turun, bahkan hingga tahap keempat, Jumat (28/8/2020), Gus Hans mengajak semua pihak untuk menunggu saja hasil keputusan DPP.

“Saya percaya Bu Mega (Megawati, Ketum DPP PDIP) punya insting politik yang lebih daripada yang lain, istilahnya linuwih,” katanya kapada Barometerjatim.com, Sabtu (29/8/2020).

Insting politik Mega yang di atas rata-rata, menurut Gus Hans, sudah terbukti dengan melahirkan para pemimpin hebat di negeri ini, baik di level nasional maupun daerah.

“Contohnya ada Pak Jokowi, Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), Ganjar Pranowo (Gubernur Jateng), Bu Risma (Wali Kota Surabaya), itu kan dari hasil ‘tangan dinginnya’ Bu Mega. Jadi ya kita tunggu sajalah,” ucapnya.

Pamerkan Amplop Rekom

AMPLOP REKOM: Puan Maharani, pamerkan amplop yang disebut rekom untuk pasangan PDIP di Pilwali Surabaya. | Foto: IST
AMPLOP REKOM: Puan Maharani, pamerkan amplop yang disebut rekom untuk pasangan PDIP di Pilwali Surabaya. | Foto: IST

Seperti diberitakan, DPP PDIP kembali menunda pengumuman rekomendasi untuk pasangan calon yang akan diusung di Pilwali Surabaya 2020.

Saat membacakan rekomemendasi tahap keempat lewat live Youtube, Jumat (28/8/2020), Ketua DPP PDIP Bidang Politik dan Keamanan, Puan Maharani sempat menanyakan kehadiran DPD PDIP Jatim.

“DPD Jawa Timur ada? Jatim ada?” tanya Puan. Namun operator DPP menjawab belum tersambung karena terkendala jaringan.

Puan kembali bertanya, “Tapi ada atau nggak ada? Ada yang standby hadir atau nggak ada sama sekali? Nggak masuk DPD Jatim? DPC Surabaya ada? Nggak ada? Nggak ada?”

Lantaran tak merespons, Puan kemudian memamerkan surat rekomendasi yang disebutnya untuk pasangan calon PDIP di Pilwali Surabaya.

Menurut perempuan yang juga ketua DPR RI itu, memang hari-hari ini yang banyak diperbincangkan media dan kalangan politik terkait rekomendasi PDIP untuk Pilwali Surabaya.

“Kami sudah ada nama-nama yang nanti diumumkan terkait calon Pilkada. Namun karena belum tersambung, nanti akan diumumkan pada waktu yang akan ditentukan kembali,” ujar Puan.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya