Bantu Lawan Corona di Jatim, PT Bimasakti Kirim Pembunuh Virus

PEMBUNUH VIRUS: Penyerahan alat pembunuh virus ke Pemprov Jatim diterima Wagub Emil Dardak. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PEMBUNUH VIRUS: Penyerahan alat pembunuh virus ke Pemprov Jatim diterima Emil Dardak. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Wabah virus Corona (Covid-19) di Jatim kian meluas. Rabu (29/4/2020), kasus terkonfirmasi positif mencapai 871 dengan jumlah pasien sembuh 157 (18,03 persen), dirawat 617 (70.84 persen) dan meninggal dunia 97 (11,14 persen).

Di sisi lain, dukungan masyarakat dari berbagai elemen kepada Pemprov Jatim untuk memerangi pandemi golobal tersebut terus mengalir. Bantuan tak hanya berupa bahan makanan dan Alat Pelindung Diri (APD), tapi juga beragam karya inovatif.

Salah satunya virus killer device atau alat pembunuh virus temuan dua dokter ternama dari Surabaya, Yaladewi Soeyono dan Helmy Djafar. Riset dari penemuan alat ini didanai PT Bimasakti Multi Sinergi (BMS), sebuah perusahaan fintech kenamaan di Indonesia yang bermarkas di Surabaya.

Setelah diproduksi puluhan unit, PT BMS lantas menyumbangkan alat yang diklaim mampu membunuh berbagai macam virus, termasuk Covid-19 itu ke Pemprov Jatim untuk membantu melawan virus mematikan tersebut.

“Ini wujud kontribusi aktif perusahaan kami dalam memberi bantuan sosial di berbagai bencana nasional,” kata Direktur Komersial Bimasakti Group, Didin Noor Ali usai penyerahan bantuan hasil kerja sama dengan media online Times Indonesia tersebut di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

“Terutama dalam pandemi Covid-19 ini melalui dana CSR (Corporate Social Responsibility) yang kami miliki,” sambungnya.

Menurut Didin, alat ini menggabungkan beberapa komponen yang efektif membunuh berbagai jenis virus seperti sinar ultraviolet (UV-C), transducer ultrasound, antiseptic berpartikel kecil, serta mechanical vaccum yang dirancang untuk menghilangkan kontaminasi di dalam sebuah ruangan yang terdapat virus Covis-19.

“Alat ini mampu menyedot udara yang tercampur virus corona akibat droplets, dan dikeluarkan menjadi udara yang bisa membunuh partikel virus,” tandas Didin.

Alat ini, lanjut Didin, masih diproduksi terbatas belum fabrikasi. Maksimal hanya 30-50 unit, itu pun hanya untuk kepentingan donasi dibagi untuk rumah sakit dan Pemprov. “Nanti baru akan dipikirkan untuk produk secara massal di Indonesia,” katanya.

Sedangkan penemu alat virus killer device, dr Helmi Jakfar mengungkapkan, sebenarnya penyebaran virus lebih banyak di ruang tertutup lewat droplets.

“Karena di ruang terbuka virus mudah mati jika terkena sinar matahari. “Ndak perlu satu hari, seluluh menit saja sudah mati,” katanya.

Dia mencontohkan dalam rapat dan salah satunya ada yang positif, maka udara dalam ruangan akan bercampur virus jika dia mengeluarkan droplets dan ini rentan.

Sebaliknya, upaya menekan penyebaran Corona yang saat ini dilakukan kebanyakan untuk out door. Misalnya, penyemprotan disinfektan di jalan-jalan.

Karenanya, dia berinisiatif menciptakan alat pembunuh virus. Alat ini bekerja membersihkan udara dalam ruangan dan diubah menjadi udara segar.

Bekerja Terus Menerus

SEGALA BISA VIRUS MATI: Virus Killer Device, diklaim bisa membunuh segala macam virus. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
SEGALA BISA VIRUS MATI: Virus Killer Device, diklaim bisa membunuh segala macam virus. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Cara kerja alat ini, terang Helmi Jakfar, menyedot udara dalam ruangan dan disaring dengan ultraviolet berkekuatan 800 mikro joel. Sehingga akan mematikan virus dan dilanjut dengan pemberian alkaline untuk memastikan kematian virus.

“Di kotak itu cuma butuh waktu 0,2 detik untuk bunuh virus. Sebetulnya sederhana tapi tak banyak terpikirkan,” kata Helmi.

Alat ini juga dianggap cocok untuk kondisi pandemi karena bekerja terus menerus, hingga udara terus bersih. Berbeda dengan alat yang sudah ada yang membersihkan ruangan hanya sekali saja di awal.

“Yang penting ini ditempatkan in door seperti ruang praktik dokter. Saya juga nyiapin untuk kapasitas ruang besar, kalau ini cukup untuk ruang 4×5 meter,” tambahnya.

Sementara Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak mengapresi inovasi pembuatan alat pembunuh virus ini. Tentunya setiap inovasi di bidang medis akan melalui proses sebelum dipakai untuk keperluan medis.

“Tetapi kita sangat bangga ada masyarakat Jatim yang punya minat untuk melihat potensi untuk menanggulangi pandemi Covid-19. Bagaimana alat ini bermanfaat ini yang akan dilihat,” ucapnya usai menerima bantuan virus killer device.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona