Tak Terpaku Permenkes! Industri di Jatim Tetap Jalan Saat PSBB

INDUSTRI JALAN: Himawan Estu Bagijo, industri tetap beroperasi selama PSBB. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
INDUSTRI TETAP JALAN: Himawan Estu Bagijo, industri tetap beroperasi selama PSBB. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Jatim, Himawan Estu Bagijo memastikan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sektor industri di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik masih bisa beroperasi.

Mereka hanya perlu menyesuaikan pola operasinya dengan poin-poin yang tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub), Peraturan Wali Kota (Perwali)  maupun Peraturan Bupati (Perbup) terkait pemberlakuan PSBB.

“Di Jatim semuanya boleh (beroperasi). Tidak terpaku pada Permenkes. Kita tidak mengikuti secara letterlijk, karena kalau diikuti banyak pabrik yang tutup, lalu siapa yang menanggung? Kebijakan Ibu Gubernur (Khofifah) seperti itu,” ujarnya, Selasa (28/4/2020).

Himawan menjelaskan, perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemberlakuan PSBB di sektor industri, yakni sanksi yang mengikuti bagi yang tidak menjalankan protokol pencegahan Covid-19.

“Industri itu kalau tidak PSBB, protokol kesehatannya tidak ketahui. Kalau PSBB bisa kita ketati, kita bisa mengambil tindakan untuk penutupan. Sementara kalau tidak PSBB tidak bisa,” ucapnya.

Jikapun nantinya ada pembatasan jumlah karyawan yang bekerja untuk menjaga physical distancing sehingga harus ada pekerja yang dirumahkan, menurut Himawan harus ada kesepakatan yang dibuat antara pihak buruh dengan pabrik.

Termasuk ketentuan upah selama para buruh dirumahkan. “Harus dapat (gaji) seperti bagaimana dijanjikan sebelumnya,” tambahnya.

Selain itu, tempat usaha, pemberi kerja, dan toko harus segera melaporkan kepada faskes atau call center kalau diketahui di tempatnya ada pekerja  yang terindikasi Covid-19.

Pihaknya, tandas Humawan, juga akan terjun ke lapangan untuk mengecek industri yang dilaporkan rentan Covid-19.

“Sebenarnya bukan industri itu, tapi dia tertular dari luar. Belum tahu detilnya ini masih proses pantauan di lapangan,” pungkasnya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona