Viral Nenek Binah Telantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung!

BERI BANTUAN: TKSK Kabupaten Tulungagung saat memberikan bantuan untuk Nenek Binah pada 2017. | Foto: Humas Kemensos/DOK
BERI BANTUAN: TKSK Kabupaten Tulungagung saat memberikan bantuan untuk Nenek Binah pada 2017. | Foto: Humas Kemensos/DOK

TULUNGAGUNG, Barometerjatim.com – Koordinator Tenaga Kesejahteran Sosial Tingkat Kecamatan (TKSK) Kabupaten Tulungagung, Mohammad Imron Wahyudi mengklarifikasi pemberitaan Nenek Binah yang dikabarkan telantar dan belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Imron bahkan menyatakan berita tersebut hoaks. Terkait berita yang masih beredar saat ini, menurutnya banyak yang harus diluruskan.

“Berita yang viral dalam beberapa hari ini merupakan berita bulan Desember 2020. Padahal Nenek Binah sudah wafat pada tahun 2019. Pemerintah juga sudah memberikan bantuan kepada almarhumah tahun 2017. Jadi itu berita hoaks,” tegas Imron di Tulungangung, Selasa (15/6/2021).

Nenek Binah, lanjut Imron, merupakan warga Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung. Dia wafat pada 2019 merujuk pada surat kematian yang diterbitkan Kantor Desa Kalidawir Nomor 472.11/21.409/11/2019.

Namun pada tanggal 11 Desember 2020 muncul lagi berita berjudul “Tinggal Seorang Diri, Nenek Ini Hanya Masak Air Tanpa Beras untuk Mengganjal Rasa Lapar”.

Berita ini kemudian diviralkan kembali beberapa waktu belakangan ini dengan maksud yang tidak diketahui.

Di dalamnya, di antaranya mempertanyakan tindakan pemerintah di saat ada warganya yang tinggal di bilik bambu beralaskan tikar plastik tanpa bantal. Nenek Binah dikatakan memasak air saja tanpa ada berasnya, hanya untuk mengganjal perut.

Imron memastikan, pemerintah tidak lepas tangan, karena sudah merespons kasus ini sejak 2017. Kemensos melalui TKSK Tulungagung telah melaksanakan penyaluran bantuan, yakni melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan bantuan pangan dengan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) pada Januari 2017.

Imron juga mengaku terlibat langsung, ikut menyerahkan bantuan kepada Nenek Binah pada Januari 2017 tersebut. “Jadi tidak benar pemerintah tidak memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan, tidak terkecuali kepada Nenek Binah,” kata Imron.

Respons Cepat Kemensos 

Pada kasus berbeda, sebagai tindak lanjut arahan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, Kemensos harus merespons cepat berbagai masalah yang terjadi.

Biro Hubungan Masyarakat Kemensos juga melakukan penelusuran awal terhadap lansia Noorlia Effendy warga Griya Permata Gedangan, Desa Kebonsikep, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo.

Effendy merupakan lansia berusia 78 tahun pensiun tenaga satpam. Berhenti bekerja pada 2010, Effendy merasakan kesulitan membiayai kebutuhan hidup sehari-hari. Atasan laporan masyarakat, Kemensos mengecek langsung kondisi lansia tersebut.

Tim Kemensos berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Jatim, Dinsos Sidoarjo dan Kepala Desa Kebonsikep, bersama koordinator TKSK, dan pendamping rehabilitasi sosial.

Atas dasar asesemen yang dilakukan tim,  Kemensos akan menyusun langkah lebih lanjut sebelum menentukan layanan yang sesuai.

» Baca Berita Terkait Kemensos