Usai Dilantik sebagai Gubernur, Khofifah Akan Mampir ke KPK

Khofifah, wujudkan pemerintahan yang bersih di Jawa Timur. | Foto: Barometerjatim.com/natha lintang
Khofifah, wujudkan pemerintahan yang bersih di Jawa Timur. | Foto: Barometerjatim.com/natha lintang

SURABAYA, Barometerjatim.com – Khofifah Indar Parawasa dikenal sebagai pejabat yang bersih, termasuk saat menjadi Menteri Sosial (Mansos) mulai 2014 hingga 2018 sebelum memutuskan running di Pilgub Jatim.

Maka, usai dilantik sebagai gubernur Jatim periode 2019-2024, Februari mendatang, langkah pertama perempuan yang juga ketua umum PP Muslimat NU itu adalah mendatangi sejumlah instansi hukum di Jakarta.

Insyaallah nanti akan mampir ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi),” ungkap KH Zahrul Azhar As’ad alias Gus Hans yang di Pilgub Jatim 2018 menjadi Jubir Khofifah-Emil kepada wartawan di Surabaya, Selasa (8/1) malam.

Langkah mendatangi instansi hukum ini, menurut Gus Hans, menunjukkan keseriusan Khofifah kepada masyarakat untuk membangun clean government dan good governance di Jatim.

“Menurut Ibu, kunci dari pemerintahan yang bersih adalah trust (kepercayaan) dari masyarakat. Ketika trust terbangun, maka partisipatoris masyarakat akan muncul,” tegas Gus Hans.

Sekadar mengingatkan, Khofifah-Emil Elestianto Dardak yang diusung koalisi Partai Demokrat, Golkar, Hanura, PPP, PAN dan Nasdem memenangi Pilgub Jatim 2018.

Khofifah-Emil meraih 10.465.218 suara (53,55 persen), mengalahkan pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno yang diusung koalisi PKB, PDIP, PKS dan Gerindra dengan raihan 9.076.014 suara (46,5 persen) atau selisih 7,1 persen. •

» Baca Berita Terkait Khofifah, Pemprov Jatim