Bocoran 100 Hari Kerja Khofifah-Emil: One Pesantren One Product

Khofifah, duduk sama rendah dengan para ibu nyai dan santriwati. | Foto: Barometerjatim.com/natha lintang

SURABAYA, Barometerjatim.com – Bukan kewajiban, tapi sudah menjadi ‘tradisi’ bagi kepala daerah dan wakil kepala daerah usai dilantik akan dikejar publik soal program 100 hari kerja.

Begitu pula dengan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak. Usai dilantik sebagai gubernur-wakil gubernur Jatim 2019-2024, keduanya sudah menyiapkan program 100 hari kerja.

“Mungkin yang bisa saya bocorkan adalah program One Pesantren One Product (OPOP),” ungkap KH Zahrul Azhar As’ad yang di Pilgub Jatim 2018 menjadi Jubir Khofifah-Emil kepada wartawan di Surabaya, Selasa (8/1) malam.

OPOP, menurut kiai muda yang akrab disapa Gus Hans tersebut, menunjukkan konsen yang sangat tinggi Khofifah-Emil terhadap komunitas pesantren. “Dulu saat campaign (kampanye) kan diragukan, justru ini malah ditingkatkan,” katanya.

Mengapa pesantren menjadi salah satu yang diprioritaskan dalam program 100 hari kerja, menurut Gus Hans, karena pesantren representasi dari mayoritas di Jatim. Di dalam pesantren juga ada sisi milenial, dengan demikian sisi mayoritas di Jatim tergarap semua.

“Dengan harapan, para santri ini setelah lulus dari pesantren bisa mendiri dan menjadi pribadi-pribadi yang kreatif,” tandas pengasuh Ponpes Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang tersebut.

Lewat program OPOP, lanjut Gus Hans, pesantren diharapkan misalnya menciptakan Usaha Mikro Kecil menengah (UMKM) dan mampu menghasilkan produk andalan.

“Nanti akan dibantu Pemprov untuk permodalan awal dan juga pemasarannya. Kita kan punya super corridor. Di situ pemanfaatan lembaga yang ada menjadi media mereka untuk mempromosikan produk yang dihasilkan para santri,” paparnya.

Apakah program OPOP akan diberlakukan untuk seluruh pesantren atau ada klasifikasi? “Harapannya sih banyak pesantren, tapi harus bertahap,” tegasnya. •

» Baca Berita Terkait Khofifah-Emil, Pemprov Jatim