Temui BNPT, Gus Hans Gagas Deradikalisasi Lewat Sepak Bola

BOLA PERDAMAIAN: Gus Hans menyerahkan bola kepada Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar di Jakarta. | Foto: Barometerjatim.com/IST
BOLA PERDAMAIAN: Gus Hans menyerahkan bola kepada Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar di Jakarta. | Foto: Barometerjatim.com/IST

JAKARTA, Barometerjatim.com – Deradikalisasi bisa dilakukan lewat beragam cara, salah satunya sepak bola. Hal itu diusulkan Presiden Football for Peace Interfaith Indonesia, Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans saat silaturahim dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Jumat (4/12/2020).

“Silaturahim tadi untuk mengusulkan beberapa program berkaitan kesamaan visi antara Uni Papua FC, Football for Peace dan BNPT. Kita usulkan program deradikalisasi melalui program sepak bola perdamaian,” tutur Gus Hans yang datang bersama CEO Uni Papua FC, Harry Widjaja.

Menurut Gus Hans, Boy Rafli setuju dengan usulan tersebut dan tinggal menunggu draf kerja sama dari Uni Papua FC dan Football for Peace Interfaith Indonesia. Diharapkan, kerja sama bisa diteken dan program di-launching awal Januari 2021.

“Sebagai pelindung Uni Papua FC, Pokoknya Pak Komjen Boy Rafli manut. Kalau arahan beliau tadi, bisa jadi launching di Darul Ulum (pondok pesantren asuhan Gus Hans di Jombang),” ujarnya.

Salah satu program yang akan di-launching, lanjut Gus Hans, pihaknya mengusulkan untuk melatih para santri menjadi pelatih sepak bola. Harapannya, selepas dari pesantren mereka juga bisa menjadi pelatih sepak bola di kampungnya sambil menyebarkan visi misi perdamaian, Islam rahmatan lil alamin.

“Kita akan mendatangkan pelatih, baik dari luar negeri maupun Jakarta ke pesantren tersebut untuk melatih santri yang memang hobi sepak bola,” katanya.

Pendekatan Kehumasan

BINCANG AKRAB: Gus Hans berbincang akrab dan hangat dengan Komjen Pol Boy Rafli Amar di Jakarta. | Foto: Barometerjatim.com/IST
BINCANG AKRAB: Gus Hans berbincang akrab dan hangat dengan Komjen Pol Boy Rafli Amar di Jakarta. | Foto: Barometerjatim.com/IST

Gus Hans menambahkan, Uni Papua FC dan Football for Peace turut ambil bagian dalam deradikalisasi karena pencegahan terorisme tidak hanya tanggung jawab BNPT tapi semua elemen masyarakat.

Selain itu, sentuhan dan juga garakan dari BNPT atau pencegahan terhadap terorisme perlu dilakukan lewat pendekatan kehumasan dan kemanusiaan.

“Kalau ditekan dengan kekerasan, maka dia semakin mengkristal karena keyakinan dan ideologi itu enggak bisa dipaksakan. Maka tadi saya menyampaikan, sudah sangat tepat ketika Pak Komjen Boy Rafli ini memegang BNPT karena beliau berpengalaman dalam kehumasan,” paparnya.

“Kenapa lewat sepak bola, karena di dalamnya ada sportivitas, ada pembagian tim, ada sharing authority. Jadi tidak bisa semua ditangani sendiri,” tuntasnya.

UNTUK PERDAMAIAN: Harry Widjaja kaus kepada Komjen Pol Boy Rafli Amar (kiri) dan Gus Hans. | Foto: Barometerjatim.com/IST
UNTUK PERDAMAIAN: Harry Widjaja kaus kepada Komjen Pol Boy Rafli Amar (kiri) dan Gus Hans. | Foto: Barometerjatim.com/IST

» Baca Berita Terkait BNPT, Gus Hans