Pandemi, BNPT Imbau Negara APEC Tetap Waspada Terorisme

WAPADAI TERORISME: Boy Rafli Amar dalam pertemuan daring 16th APEC CTWG Meeting dari Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
WAPADAI TERORISME: Boy Rafli Amar dalam pertemuan daring 16th APEC CTWG Meeting dari Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Boy Rafli Amar mengimbau negara yang tergabung dalam Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) agar mengantisipasi potensi ancaman terorisme yang berkembang selama masa pandemi Covid-19.

“Penting bagi negara-negara APEC untuk membuat strategi komprehensif dengan pendekatan keras dan lunak untuk mengurangi risiko, baik jangka pendek maupun jangka panjang, yang terkait dengan terorisme selama dan setelah pandemi Covid-19,” katanya.

Hal itu dikatakan Boy Rafli saat memimpin delegasi Indonesia dalam pertemuan daring 16th APEC Counter Terrorism Working Group (CTWG) Meeting dari Surabaya, Kamis (22/10/2020). Pertemuan digelar Malaysia sebagai ketua APEC 2020 dan diikuti perwakilan seluruh negara anggota APEC.

“Negara-negara APEC tetap perlu mempertahankan tingkat kewaspadaan, termasuk upaya yang berkelanjutan dalam melawan terorisme,” sambung Boy Rafli.

APEC CTWG merupakan wadah peningkatan kerja sama penanggulangan terorisme di antara anggota ekonomi APEC. Hal itu untuk menjamin aktivitas dan sistem perekonomian, perdagangan serta investasi di kawasan yang terbebas dari ancaman terorisme atau penyalahgunaan kelompok terorisme.

BNPT sendiri berperan aktif dalam menyampaikan masukan maupun statement dalam beberapa aktivitas APEC CTWG. Tak hanya itu, BNPT pernah menjadi tuan rumah pelaksanaan APEC Workshop on Strengthening Tourism Business Resilience Against the Impact of Terrorism Attack di Bali pada 2017.

Boy Rafli menambahkan, beberapa risiko jangka pendek yakni adanya captive audiens atau penonton yang tertawan —  istilah untuk orang menghabiskan waktu online selama masa pandemi.

Kedua, besarnya kesempatan bagi kelompok teroris untuk melakukan propaganda melalui dunia maya. Terakhir, kelompok teroris memanfaatkan pandemi sebagai sarana melakukan kegiatan yang berkedok kemanusian, namun disalahgunakan untuk kegiatan terorisme.

Selanjutnya, risiko jangka panjang yang muncul akibat pandemi yakni tergerusnya sumber daya yang dimiliki negara untuk kegiatan penanggulangan terorisme.

“Lalu berkurangnya kapasitas dan kemampuan aktor non-negara dalam turut serta menanggulangi terorisme, dan menurunnya kekuatan ekonomi serta kualitas lingkungan yang berdampak pada penurunan kesejahteraan masyarakat,” jabarnya.

Boy Rafli juga berpandangan, APEC sebagai organisasi ekonomi kawasan memiliki sarana dan kekuatan yang memadai untuk menjawab tantangan dalam mengatasi masalah ekonomi dan pembangunan, meskipun dunia dilanda pandemi.

JANGAN TERLENA: Boy Rafli Amar, APEC perlu mempertahankan kewaspadaan dalam melawan terorisme. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
JANGAN TERLENA: Boy Rafli Amar, APEC perlu mempertahankan kewaspadaan dalam melawan terorisme. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

» Baca Berita Terkait Terorisme