Tak Izin, Main Hapus Foto Risma, Pelajar Protes Tim Machfud!

MAIN HAPUS: Gambar Risma bersama pelajar penari dihapus (foto atas). Bandingkan dengan foto asli (bawah). | Foto: IST
MAIN HAPUS: Gambar Risma bersama pelajar penari dihapus (foto editan atas). Bandingkan dengan foto asli (bawah). | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sebuah foto editan beredar di sejumlah WAG (WhatsApp Grup). Foto yang bersumber dari Instagram (IG) Cawali Machfud Arifin, @cak.machfudarifin tersebut memajang deretan penari tradisional yang diperagakan sejumlah pelajar di Kota Pahlawan.

Namun foto editan tersebut menuai protes salah seorang penari, lantaran dicomot untuk kepentingan politik di Pilwali Surabaya 2020. Padahal tim Machfud sama sekali tak pernah minta izin.

Selain soal izin, para pelajar penari juga mempermasalahkan gambar Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini alias Risma yang berada di tengah-tengah mereka dihapus (crop) begitu saja.

”Permisi Pak, ini kok ada foto saya dan teman-teman saya di postingan bapak, tanpa ada izin ya pak? Dan sebelumnya Bu Risma juga ada di foto tersebut berada di tengah kami, kok jadi ndak ada?” protes akun @deajengramadin pada unggahan di akun @cak.machfudarifin.

Tak hanya pada satu unggahan, @deajengramadin juga memprotes unggahan lain yang juga menampilkan foto editan serupa. Tercatat, sedikitnya dua unggahan yang diprotes para penari, yakni pada 13 Maret dan 19 Maret.

Dalam dua unggahan yang mengambil foto para pelajar penari tersebut, Machfud menuliskan caption terkait kesenian Surabaya dan niatnya untuk mengabdi sebagai wali kota.

Dalam keterangannya kepada media, pelajar bernama Deajeng Ferenaza Ramadin itu mengakui melayangkan protes atas unggahan dua foto yang dipajang tim Machfud tanpa izin dan menghilangkan gambar Risma.

”Kami sangat menyayangkan adanya foto kami, para penari di acara Puncak Peringatan Hari Anak Nasional 2015 yang diadakan oleh Pemkot Surabaya, diedit dan ditayangkan di postingan Instagram @cak.machfudarifin tanpa seizin kami,” katanya, Senin (12/10/2020).

Pada 2015, Deajeng merupakan pelajar di salah satu SMA di Surabaya. ”Foto tersebut digunakan dan diunggah oleh akun tersebut pada Maret, namun kami baru menyadarinya akhir-akhir ini,” imbuhnya.

Deajeng menjelaskan, dalam foto tersebut sebenarnya juga ada sosok Risma, namun dalam unggahan @cak.machfudarifin dihilangkan bagitu saja.

”Foto yang digunakan kami abadikan saat momen berfoto bersama Ibu Wali Kota Tri Rismaharini yang sebenarnya berada di tengah kami. Namun dalam unggahan yang telah diedit, foto Bu Risma dihilangkan,” jelasnya.

Foto tersebut, lanjut Deajeng, bisa jadi diambil melalui mesin pencari Google, karena memang pernah diunggah di Facebook.

”Namun kami sangat menyayangkan penggunaan foto kami untuk keperluan politik tanpa adanya izin dari kami,” katanya.

Dia berharap ada klarifikasi dari pihak tim @cak.machfudarifin kepada para pelajar penari yang ada dalam foto maupun secara terbuka kepada publik.

“Semoga Pilkada dapat menjadi ajang adu karya yang sehat bagi semua,” kata Deajeng yang kini sudah duduk di bangku kuliah.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya