Syaikhona Kholil, Ketokohannya Tak Perlu Didiskusikan Lagi!

KAWAL DI PROVINSI: Anwar Sadad, ketokohan Syaikhona Kholil tak perlu didiskusikan lagi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
KAWAL DI PROVINSI: Anwar Sadad, ketokohan Syaikhona Kholil tak perlu didiskusikan lagi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Partai Golkar dan Nasdem sudah menggelar seminar terkait Syaikhona Kholil, sebagai bagian dari upaya pengusulan agar “guru para pahlawan” asal Bangkalan, Madura itu ditetapkan pemerintah sebagai pahlawan nasional. Bagaimana dengan partai lain?

“Kita kan bukan follower, kita ini trendsetter, ya biarin mereka,” kata Plt Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad sambil tersenyum kepada wartawan, Sabtu (20/3/2021).

Menurut Sadad, Gerindra akan mem-back up penuh ketika pengusulan itu sudah masuk ke provinsi. “Ketika sampai di provinsi akan kita back-up penuh, kita sudah enggak perlu ba-bi-bu lagi,” tandasnya.

Mengapa harus menunggu di provinsi? “Ini ketokohan Syaikhona Kholil itu kan tidak perlu diperdebatkan lagi, tidak perlu didiskusikan lagi, buat apa?” kata politikus yang masih keluarga Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, tersebut.

Sebab, menurut Sadad, Syaikhona Kholil sudah jelas-jelas orang yang paling penting dalam proses pendirian Nahdlatul Ulama (NU) dan sangat berperan penting pula dalam membangun transmisi keilmuan pesantren di era itu, awal abad 20.

“Jadi yang menanamkan militansi hubul wathon minal iman lewat proses literasi yang didapatkan dari proses belajar beliau selama di Hijaz, bukan di Saudi ya, karena Saudi belum ada waktu itu,” katanya.

Karena itu, tandas Sadad, ketika sudah sampai di provinsi, gubernur tidak perlu terlalu banyak mendengarkan pandangan akademik lagi karena sudah terang kalau Syaikhona Kholil sosok yang kontribusinya pada negara ini luar biasa.

Bukankah secara administrasi perlu kajian akademik? “Kajian kan administratif saja. Tapi gubernur harus menindaklanjuti harapan dan keinginan besar ini,” kata Sadad.

“Bukan cuma harapan keluarga Syaikhona Kholil, tapi dari keluarga besar masyarakat Madura, Nahdliyin (warga NU), kaum santri, para kiai, untuk memperjuangkan mendapat gelar pahlawan nasional,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Pahlawan Nasional