Surat Tak Digubris Khofifah, Driver Online Akan Demo Lagi!

KEMBALI TURUN JALAN: Driver online saat menggelar aksi demonstrasi Frontal Jilid II, 15 September 2020. | Foto: IST/DOK
KEMBALI TURUN JALAN: Driver online saat menggelar aksi demonstrasi Frontal Jilid II, 15 September 2020. | Foto: IST/DOK

SURABAYA, Barometerjatim.com – Siap-siap! Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal (Frontal) akan kembali turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasinya, 6 April mendatang di depan kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan 110, Surabaya.

Ketua Presidium Frontal, Tito Achmad menuturkan, keputusan kembali menggelar demonstrasi, lantaran surat permohonan bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) untuk driver online tahap kedua tak digubris Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Surat tersebut dibuat pada 1 Maret 2021 dan dikirimkan esok harinya. “Sayangnya, surat permohonan kami tersebut tidak digubris sama sekali alias tidak mendapatkan jawaban,” kata Tito dalam keterangan tertulis, Kamis (25/3/2021).

Dalam aksi Fronal Jilid 3 nanti, lanjut Tito, para driver online akan menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain soal bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) tahap kedua, dan BBM bersubsidi untuk driver online.

Lalu revisi potongan aplikasi 20 persen yang dikenakan pada driver online tiap kali orderan masuk, tuntutan alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan aplikasi untuk driver online,  serta standar tarif netto untuk driver online.

Termasuk masih adanya oknum debt colector external dari leasing, yang menarik paksa kendaraan yang dimiliki driver online untuk mencari nafkah sehari-hari di masa pandemi seperti sekarang ini.

“Jadi, ini adalah desakan dari rekan-rekan driver online, baik roda dua maupun roda empat untuk kita sampaikan pada Bu Khofifah selaku Gubernur Jatim. Kita salah jika tidak menyampaikan apa yang menjadi aspirasi dari bawah ini (driver online),” ujarnya.

Buka Jalur Diplomasi

Humas Frontal, Daniel Lukas Rorong menambahkan, meski berencana menggelar demo pada 6 April, pihaknya masih membuka jalur diplomasi dan audiensi untuk membahas tuntutan tersebut.

“Kami masih membuka jalur musyawarah mufakat terkait tuntutan yang diserukan oleh rekan-rekan driver online melalui aksi Frontal Jilid 3,” katanya.

“Semoga segera ditanggapi oleh gubernur dan dinas-dinas terkait, sehingga kami bisa menyampaikan langsung tuntutan kami sebelum keputusan turun ke jalan pada 6 April benar-benar kami lakukan,” kata Daniel.

Baca: Tuntut Pesangon Dilunasi, Eks Karyawan Sebut PT DPS Bohong!

Frontal merupakan gabungan dari beberapa organisasi driver online, baik roda dua maupun empat.

Organisasi yang siap bergabung untuk aksi Frontal Jilid 3 di antaranya Hipda (Himpunan Pengusaha Daring) Indonesia, ADO (Asosiasi Driver Online) Jatim, PDOI (Perhimpunan Driver Online Indonesia) Jatim, PAS (Perkumpulan Armada Sewa) Indonesia, Oraski (Organisasi Angkutan Sewa Khusus Indonesia) Jatim dan Bamboe Runcing.

“Belum termasuk paguyuban atau komunitas driver online, yang berdiri di kota dan kabupaten di Jatim yang menyediakan layanan transportasi online,” kata Daniel.

Sebelumnya, pada 15 September 2020, aksi Frontal Jilid 2 digelar. Salah satu tuntutannya yakni terkait permohonan bantuan sosial untuk driver online dipenuhi.

Sebanyak 4.100 driver online Jatim mendapatkan bantuan JPS pada akhir Desember 2020. Namun, jumlah ini dianggap kurang dan tidak sebanding dengan jumlah keseluruhan driver online di Jatim.

» Baca Berita Terkait Demo