Surabaya Layak PSBB! Besok Siang Khofifah Panggil Risma

SURABAYA LAYAK PSBB: Khofifah, akan bahas penerapan PSBB tangani Corona di Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/IST
SURABAYA LAYAK PSBB: Khofifah, akan bahas penerapan PSBB tangani Corona di Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Penyebaran virus Corona (Covid-19) di Surabaya makin parah! Dari 31 kecamatan yang ada semuanya sudah terjangkit. Jumlah pasien positif menembus 270 orang, 703 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 1.806 Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Dalam catatan penambahan yang terkonfirmasi positif setiap harinya di Surabaya, rata-rata yang berasal dari PDP 50-60 orang, dan hari ini yang tercatat PDP di Surabaya 703 orang,” tutur Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (18/4/2020).

Menyikapi situasi tersebut, Khofifah akan memanggil Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini alias Risma untuk membahas penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus penyebaran Covid-19 di Kota Pahlawan.

Risma akan dipanggil bersama dua kepala daerah lainnya di wilayah Surabaya Raya, yakni Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin dan Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto.

“Gubernur Jatim selaku ketua Gugus Tugas Covid-19 Jatim akan memanggil ketiga kepala daerah tersebut bersama Forkopimda, pada Minggu (19/4/2020) besok pukul 14.00 di Grahadi untuk menentukan tindak lanjut dari Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) tentang PSBB,” ujar Khofifah.

Pemanggilan ketiga kepala daerah tersebut, lanjut Khofifah, didasarkan dari hasil rapat koordinasi (Rakor) yang diikuti Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Surabaya, yang membahas situasi darurat penyebaran Covid-19 di Surabaya yang semakin meningkat.

Dalam Rakor dibahas, berdasarkan kajian epidemiologi yang dilakukan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, telah dilakukan penilaian (scoring) yang merujuk pada metode evaluasi epidemiologi yang diatur dalam Permenkes terkait PSBB.

“Berdasarkan penilaian tersebut, total nilai untuk Surabaya sudah mencapai 10. Itu artinya adalah skor tertinggi dari skala evaluasi untuk bisa diputuskan sebagai PSBB,” ucap Khofifah.

Beberapa hal yang menjadi catatan, ujar Khofifah, di antaranya adalah doubling time sampai empat kali, serta terjadi transisi level dua dan transisi lokal maupun lintas wilayah.

“Maka rapat Persi yang tadi dilaksanakan di Surabaya, menekankan pentingnya penerapan status PSBB untuk Kota Surabaya,” tandas gubernur yang mantan menteri sosial tersebut.

Berbatasan Langsung

Sementara bupati Sidoarjo dan Gresik ikut dipanggil, karena dua kabupaten tersebut berbatasan langsung dengan Surabaya. Selain memiliki pola interaksi kewilayahan sangat erat, yang juga turut menunjukkan kenaikan kasus Covid-19 cukup signifikan.

Menurut Khofifah, dari 18 kecamatan di Gresik 11 di antaranya terjangkit. Tercatat jumlah pasien positif 20 orang, PDP 102 dan ODP 1.073.

Sedangkan dari 18 kecamatan di Sidoarjo, 14 di antaranya terpapar Covid-19 dengan kasus terkonfirmasi positif 55 orang, PDP 118 dan ODP 497.

“Jadi demikian, hal-hal yang memang harus kita lakukan langkah-langkah lebih substantif, lebih konkret dan lebih terukur, bagaimana bersama-sama kita bisa menghentikan penyebaran Covid-19 sesegera mungkin,” tuntas Khofifah.

CORONA DI KECAMATAN SURABAYA RAYA

  • SURABAYA
    Jumlah Kecamatan: 31
    Terjangkit Corona: 31
  • SIDOARJO
    Jumlah Kecamatan: 18
    Terjangkit Corona: 14
  • GRESIK
    Jumlah Kecamatan: 18
    Terjangkit Corona: 11
  • LAMONGAN
    Jumlah Kecamatan: 27
    Terjangkit Corona: 9

» Baca Berita Terkait Wabah Corona