Rabu, 25 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Sukses Jaga Budaya di Tengah Kemajuan, Bupati Lamongan Terima Anugerah dari PWI

Berita Terkait

JAGA BUDAYA: Yuhronur Efendi menerima penghargaan dari PWI pada puncak HPN 2022 di Kendari. | Foto: Barometerjatim/IST
JAGA BUDAYA: Yuhronur Efendi menerima penghargaan dari PWI pada puncak HPN 2022 di Kendari. | Foto: Barometerjatim/IST
- Advertisement -

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi bersama delapan bupati/wali kota di Indonesia menerima penghargaan Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (AK-PWI) pada acara puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (9/2/2022).

Pemberian penghargaan yang disaksikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara virtual tersebut ditetapkan setelah melalui proses panjang yang meliputi seleksi administrasi, penjurian berkas proposal dan video, hingga presentasi dan tanya jawab.

Trofi Abyakta AK-PWI diberikan sebagai apresiasi kepada bupati/wali kota di Indonesia yang mampu dan tetap mempertahankan budayanya di tengah kemajuan teknologi. Sementara Yuhronur sukses merekonstruksi kejayaan Lamongan di masa silam dengan berbagai terobosan budaya.

Menurut bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut, Lamongan sebagai pusat peradaban Raja Airlangga memiliki situs makam Nyai Andongsari, punden berundak Sitinggil yang diyakini tempat Gajah Mada lahir.

Lalu penyebaran Islam yang dilakukan Sunan Drajat, Sunan Sendang Dhuwur, Joko Tingkir, Gapura Paduraksa bersayap, peradaban ekonomi masa kolonial dengan adanya Waduk Prijetan, serta Kapal Van Der Wijck.

“Jejak kejayaan ini akan kami rekontruksi kembali untuk kejayaan Lamongan ke depannya, dengan tagline Megilan,” terang Pak Yes.

Tagline Lamongan “Megilan” yang dipadukan dengan pendekatan sosial budaya ini juga menjadi spirit bagi Pemkab dan masyarakat untuk bergotong royong dalam penanganan pandemi Covid-19, hingga akhirnya Lamongan ditetapkan sebagai kabupaten pertama di Indonesia yang masuk PPKM level 1.

“Dalam penanganan Covid-19, selain melalui budaya gotong-royong ‘beri seikhlasnya ambil seperlunya’ untuk membantu ketahanan pangan masyarakat, Lamongan membuat berbagai inovasi digital untuk memudahkan masyarakat,” kata Yuhronur.

Misalnya gerakan moral #ayoditumbasi, #ayobeliprodukLamongan, #ayodolennangLamongan, dan #ayonguliner, juga memberikan ruang bagi pelaku seni dan budaya. “Tentu keberhasilan ini juga tidak luput dari tambahan 1M, yakni Manuto,” tandasnya.

Selain itu, Yuhronur sadar akan pentingnya membangun daerah berbasiskan budaya dengan menjaga keselarasan pada berbagai bidang, khususnya IPTEK dengan kepemimpinan yang melayani sangat perlu untuk terus dilestarikan.

Maka, untuk melakukan pelestarian dan pengembangan budaya Lamongan yang terintegrasi dan merekontruksi kembali kejayaan Lamongan di masa silam, menurut Yuhronur, dibutuhkan kolaborasi dan kerja sama dari semua pihak.

“Pemerintah sadar bahwa dalam merekontruksi jejak kejayaan Lamongan tidak akan bisa jika hanya dilakukan oleh pemerintah saja. Sehingga melalui kolaborasi pentahelix diharapkan mampu mewujudkan kejayaan Lamongan yang berkeadilan,” pungkasnya.

» Baca berita terkait Lamongan. Baca juga tulisan terukur lainnya Hamim Anwar.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -