Suhandoyo Daftar ke PPP, Komunitas Difabel ‘Protes’! Kok?

DIANTAR DIFABEL: Suhandoto diantar penyandang difabel saat mendaftar ke PPP. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
DIANTAR DIFABEL: Suhandoto diantar penyandang difabel saat mendaftar ke PPP. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Kader PDIP, Suhandoyo resmi mendaftar penjaringan bakal calon bupati Lamongan yang digelar Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Namun kehadirannya di Parpol berlambang ka’bah tersebut, Rabu (4/12/2019), justru mendapat ‘protes’ dari komunitas difabel. Kok?

Ceritanya, penyandang difabel yang tergabung dalam Difabel Motorcycle Indonesia (DMI) Kabupaten Lamongan berharap sekali mengantarkan Suhandoyo mendaftar, namun hanya puluhan yang bisa ikut.

“Saudara-saudara kita yang dari DMI ini banyak yang protes: Kok cuma sekian orang mas? Ya karena kantor PPP di tempat permukiman, maka tidak boleh terlalu banyak,” kata Suhandoyo sambil tersenyum.

‘Protes’ itu dilayangkan, menurut Suhandoyo, lantaran komunitas DMI tidak tega kalau ‘bapaknya’ berangkat sendirian mendaftar ke PPP. “Apalagi, terus terang saja, sosial politik itu ada di PPP,” katanya.

Suhandoyo menambahkan, selama ini dirinya sudah melakukan banyak hal untuk DMI Lamongan. Misalnya membantu untuk surat-menyurat hingga kelayakan motor, karena mereka juga ingin berelaborasi.

“Mereka ini memiliki banyak karya. Ada yang jago menggambar, main gitar, mesin dan lain sebagainya. Inilah yang kita ingin, ketika saya menjadi bupati, betul-betul ini akan saya kedepankan. Sangat diberdayakan dan selama ini sudah kita berdayakan,” paparnya.

Suhandoyo ‘Bapak Difabel’

Sementara Ali Ahmadi, salah seorang pengurus DMI Lamongan menuturkan, kehadirannya mengantar Suhandoyo bukan atas perintah tapi murni karena terpanggil.

“Kami terpanggil untuk ikut mengantarkan beliau mendaftar sebagai calon bupati Lamongan,” katanya.

Menurut Ahmadi, Suhandoyo di mata para komunitas difabel Lamongan adalah sosok bapak yang memberikan perhatian lebih. Tak hanya komunitasnya, tapi penyandang difabel pada umumnya di Lamongan.

Lagi pula, di DMI Lamongan, Suhandoyo merupakan penasihat. Bahkan di tingkat Jatim diangkat sebagai pembina komunitas, lantaran perhatiannya selama ini yang dinilai cukup besar terhadap penyandang difabel.

“Makanya, ketika kami mendengar Pak Handoyo mendaftar calon bupati, kami minta bisa ikut mengantar. Ya ibarat anak, masa bapaknya mau berangkat haji kita enggak ikut mengantarkan,” katanya.

» Baca Berita Terkait Pilbup Lamongan