Senin, 04 Juli 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Sinyal IKA PMII Jatim Dukung Cak Imin di 2024, Anwar Sadad: Kepentingan Alumni atau PKB?

Berita Terkait

BINTANG: Sejumlah alumni PMII berebut foto dengan Anwar Sadad di arena pelantikan IKA PMII Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
BINTANG: Sejumlah alumni PMII berebut foto dengan Anwar Sadad di arena pelantikan IKA PMII Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sinyal Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Jatim bakal mendukung Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin maju Capres di 2024 menguat.

Namun Wakil Ketua Majelis Pertimbangan IKA PMII Jatim, Anwar Sadad mewanti-wanti agar diluruskan dulu siapa yang berkepentingan. “Kepentingan IKA PMII atau PKB?” tegasnya usai menghadiri pelantikan IKA PMII Jatim periode 2022-2027 yang dinakhodai Thoriqul Haq di Hotel Bumi Surabaya, Minggu (12/6/2022).

Kalau memang harus mengusung Cak Imim, lanjut Sadad, maka yang harus dilakukan pertama kali adalah menjadikan adik kandung Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Halim Iskandar itu sebagai kesepakatan IKA PMII.

“Karena jika tidak, maka dia adalah kepentingan PKB, ya kan?” kata Sadad yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Jatim.

Sadad juga mengingatkan, urusan menyangkut kepemimpinan nasional tidak bisa melekat pada satu identitas tertentu, melainkan kesanggupan untuk menyampaikan pesan, gagasan, dan ide.

Pilpres itu kan tergantung pada kemampuan dan cara pandang kita, di dalam menampilkan gegasan kepada rakyat Indonesia,” jelas politikus keluarga Ponpes Sidogiri, Pasuruan yang akrab disapa Gus Sadad itu.

Lagi pula, dalam politik, identitas sebenarnya bukan sesuatu yang penting, karena yang diajarakan para pendahulu — dalam hal ini para tokoh Nahdlatul Ulama (NU) — yakni substansi dari nilai perjuangan.

“Tidak diidentikkan dengan suatu identitas tertentu dan kita semua juga tahu bahwa NU itu konsisten pada cita-cita politik yang besar, yaitu politik negara dalam konteks politik kebangsaan,” katanya.

Bagaimana NU, lanjut Sadad yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim, terlibat dalam suatu proses ideologisasi terhadap konsesi kenegaraan yang dihubungkan, dikaitkan dengan nilai-nilai agama.

“Ini kan substantif. Bagaimana para kiai, misalnya, memberikan predikat Waliyyul Amri Ad-Dharuri bi As-Syaukah kepada Bung Karno untuk melegitimasi kekuasan yang dianggap sekuler ketika itu,” katanya.

“Menurut saya itulah yang kita tangkap, bahwa nilai-nilai agama yang substantif itu bagaimana dikawinkan dengan nilai-nilai kebangsaan. Maka itulah yang diajarkan para ulama, para kiai kita terdahulu,” tuntas Sadad.

BEDA PARTAI: Anwar Sadad (kiri) berbincang dengan Thoriqul Haq di arena pelantikan IKA PMII Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
BEDA PARTAI: Anwar Sadad (kiri) berbincang dengan Thoriqul Haq di arena pelantikan IKA PMII Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

» Baca berita terkait IKA PMII. Baca juga tulisan terukur lainnya Rofiq Kurdi.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -