Sempat Tak Pilih Kartika, Ketua DPC PKB Dibaiat Kiai Marzuki

PILBUP LAMONGAN: KH Marzuki Mustamar (dua dari kiri), menghadiri deklarasi Kartika-Sa'im. | Foto: Barometerjatim.com/MAULANA
PILBUP LAMONGAN: KH Marzuki Mustamar (dua dari kiri), menghadiri deklarasi Kartika-Sa’im. | Foto: Barometerjatim.com/MAULANA

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Meski mendapat rekomendasi dari DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai calon bupati di Pilbup Lamongan 2020, Kartika Hidayati bukanlah pilihan DPC PKB Lamongan yang diketuai Abdul Ghofur.

Dari awal, PKB Lamongan lebih memilih Sholahuddin alias Kaji Sholah. Bahkan mengusulkannya secara resmi ke DPP lewat SK DPC PKB Lamongan Nomor 0192/SK/DPC-02/IV/B.1/X/2019 agar Aspri Wapres KH Ma’ruf Amin tersebut diberi rekomendasi.

Ibarat e wong iku wis arep-arep kapan duwe bupati sing asli kader NU, dan kader NU sing sembodo. Apalagi Pak Sholahuddin ikut mendirikan dan jadi ranting PKB saat baru berdiri,” kata Ghofur kala itu, Senin, 28 Oktober 2019.

Tapi realitas politik berkata lain. DPP PKB lebih memilih Kartika-Sa’im (Karsa), dan menggelar deklrasi dukungan bersama PDIP di Gedung Sport Centre Lamongan, Sabtu (15/8/2020). Turut hadir dalam deklarasi, yakni Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar.

Saat didaulat memberikan taushiyah, Kiai Marzuki pun meminta Ghofur dan jajarannya agar mematuhi keputusan DPP PKB. Bahkan politikus yang juga ketua DPRD Lamongan tersebut, secara khusus dibaiat alias mengucapan sumpah setia kepada pemimpin.

“Kapada Mas Ghofur, sini anda saya baiat. Sini ke depan saya, salaman. Duduk saja, duduk saja, mengucapkan dengan saya,” pinta Kiai Marzuki.

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilurrosyad Gasek, Kota Malang, itu lantas mengucapkan kalimat baiat yang diikuti Ghofur.

“Demi Allah. Kami ketua PKB dan seluruh jajaran PKB Lamongan siap mengamankan, menjaga keputusan DPP PKB, supaya diridhai Allah, diberkahi kiai,” kata Kiai Marzuki.

“Dan saya siap memproses pemecatan DPR, pengurus, yang tidak mengamankan keputusan DPP PKB. La haula wala quwwata illa billahil aliyil adzim,” sambungnya yang disambut aplaus hadirin.

Usai acara, saat ditanya soal baiat yang dilakukan Kiai Marzuki, Ghofur memilih menghindari wartawan dan bergegas meninggalkan lokasi acara. Pun saat dihubungi lewat telepon genggamnya tak memberikan respons.

Gerogoti NU, Pecat!

Tak hanya kepada Ghofur, Kiai Marzuki juga meminta Ketua PCNU Lamongan, Supandi agar bersikap tegas jika ada pengurus yang dinilai menggerogoti NU.

“Saya minta dengan sangat Pak Supandi. Kalau ada pengurus cabang, entah itu wakil ketua atau apapun. Atau pengurus MWC yang membuat sikap, perilaku, keputusan, gerakan yang merugikan NU, gerogoti NU, membuat NU kalah, mohon dipecat saja,” pintanya.

Sebelumnya, Supandi dan Ketua PCNU Babat, Sisyanto sempat menerbitkan surat dukungan untuk Kaji Sholah dan memicu protes di tingkat Majelis Wakil Cabang (MWC) NU.

Dukungan tak berhenti lewat surat. Kebulatan NU Lamongan mengusung Kaji Sholah, makin dikibarkan lewat silaturahmi dengan masyayikh di Tanjung Kodok Beach Resort (TKBR) Paciran, Minggu, 8 September 2019.

Hadir sejumlah tokoh NU di acara tersebut di antaranya jajaran Syuriah PCNU Lamongan, Salim Azar dan KH Nurul Usman, serta Pengasuh Ponpes Sunan Drajad, KH Abdul Ghofur dan Miftah Faqih.

» Baca Berita Terkait Pilbup Lamongan